KUALATUNGKAL-Sehari jelang puasa Ramadan Kamis sore (23/5) suasana di Kualatungkal di kawasan Pasar Parit 1 terdapat kemacetan lalu lintas akibat keramaian warga yang tengah berbelanja di tempat ini, terpantau Halo Jambi News warga seolah tidak mengindahkan himbauan pemerintah daerah untuk mengurangi aktivitas diluar rumah terkait pandemi Covid-19 yang tengah merebak dimana-mana saat ini. Walau Pemkab Tanjungjabung Barat telah mengeluarkan himbauan agar masyarakat tetap berada di rumah, guna mengurangi mata rantai penyebaran virus Corona, namun hal belum sepenuhnya menjadi perhatian warga.
Menurut pantau Halo Jambi News, sangat ramainya warga di areal jalan Parit 1 tengah berbelanja kebutuhan pangan guna melaksanakan sahur malam pertama Ramadan, terlihat warga yang berada di pasar ini yang sedang lewat dengan kendaraan roda dua maupun yang sedang berbelanja masih terdapat diantaranya tidak mengenakan masker, penerapan social distancing tidak berlaku saat itu dimana warga berkerumun tanpa berjarak di lapak-lapak pedagang.
Sejauh pantauan HJ News tidak terlihat aparat keamanan baik dari Satpol PP maupun pihak kepolisian berada ditempat ini melakukan pengawasan, sehingga tidak terhindarkan kepadatan warga yang berbelanja sore itu ditengah ancaman wabah penyakit yang telah merebak ke seluruh dunia tersebut.
Juru bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemkab Tanjungjabung Barat H Taharudin kepada Halo Jambi News Kamis malam (23/4) saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut bahwa sebagian warga Kualatungkal masih terdapat yang melakukan aktivitas keluar rumah dengan tujuan berbelanja ke pasar-pasar hingga terjadi tingkat kepadatan atau keramaian yang menyalahi penerapan program psycical distancing yang diberlakukan pemerintah pusat maupun daerah guna menghentikan penyebaran keganasan virus Corona yang sudah mengancam keselamatan global, " Memang kami juga memantau hal ini dan masih banyak terbentuk kerumunan masyarakat terumah di pasar-pasar saat berbelanja seperti yang terjadi sore tadi di Parit 1, bahkan belum seluruhnya menggunakan masker," ungkap H Taharudin.
Menanggapi kondisi belum menyeluruhnya masyarakat mematuhi himbau tidak keluar rumah yang dikeluarkan Pemkab Tanjungjabung Barat, H Taharudin menilai masih adanya sebagian masyarakat yang belum memahami akibat dan bahaya penularan virus Corona melalui interaksi fisik dari satu individu keindividu yang lain dengan mudah tanpa pencegahan." Sebab itu dihimbau kepada masyarakat tidak keluar rumah agar mata rantai penyebaran virus dapat terputus, namun sebagian warga belum memahami bahaya tersebut sehingga masih banyak yang tidak melindungi diri dengan masker dan menjaga jarak atau menerapkan psysical distancing dengan baik ," ujarnya.
Menutup keterangannya H Taharudin mengatakan setiap individu masyarakat diwilayah yang terpapar Covid-19 adalah garda terdepan dalam penanggulangan virus Corona sehingga setiap pribadi anggota masyarakat wajib melindungi diri sendiri dengan mengikuti arahan pemerintah." Psysical Distancing jika dapat diterapkan secara maksimal dengan menggunakan masker dan menjaga jarak dengan orang lain, tidak menyentuh mulut mata dan hidung sebelum mencuci tangan dengan sabun hal ini sudah bisa mencegah penularan dari kontak pribadi dengan individu lainnya," kata Taharudin menutup keterangannya. (ifa)