KUALATUNGKAL -Tradisi pelaksanaan kegiatan Festival Arakan uSahur di Tanjungjabung Barat yang setiap tahun digelar pemerintah daerah ini, untuk Ramadan 1441 Hijriah kegiatan tersebut "terpaksa" ditiadakan akibat gawat darurat pandemi Covid-19 berkecamuk saat ini di selruh belahan bumi, namun sejumlah anak-anak remaja di Kualatungkal saat tengah malam di bulan Ramadan ini justru berkeliling lingkungan tempat tinggalnya menabuh beduk dan alat bunyi-bunyian lainnya, dengan suara bising yang memecahkan kesunyian, hal ini sebagaimana yang dipantau Halo Jambi sejak awal Ramadan di Kelurahan Tungkal IV Kota di kawasan Jalan Nelayan Kualatungkal.

Sejak awal tengah malam setiap sekitar pukul 23.30 Wib hingga pukul 02.00 Wib anak-anak usia 7 hingga 15 tahun berkumpul di simpang Jalan Nelayan lalu berkeliling menabuh beduk dan tetabuhan lain yang menimbulkan suara bising disaat warga mulai menikmati tidur malam.

Salah satu anggota kelompok anak-anak remaja ini saat ditanya Halo Jambi News kegiatan Arakan Sahur yang dilakukan mengaku mereka dari kelompok remaja masjid yang setiap tahun mengikuti Festival Arakan Sahur, walau event tersebut tidak dilaksanakan lagi tahun ini, namun mereka tetap melakukan kegiatan dilingkungan rumah.

Kegiatan tersebut tetap berlangsung hingga memasuki Ramadan hari ke 10, Ahad (3/5), namun kemudian sekitar pukul 01.30 Wib, pihak Kepolisian dari Polres Tanjungjabung Barat yang tengah melakukan patroli membubarkan anak-anak kelompok pengarak sahur ini, mereka dikawal disuruh pulang ke rumah masing-masing untuk tidak melanjutkan kegiatan Arakan Sahur.

Kepala Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olahraga Tanjungjabung Barat Otto Riadi saat dikonfirmasi Halo Jambi News beberapa waktu sebelum Ramadan terkait kegiatan Arakan Sahur mengatakan bahwa pihaknya tahun ini tidak menggelar kegiatan Festival Arakan Sahur sehubungan dengan situasi gawat darurat global pandemi Covid-19."Tahun ini kita tidak melaksanakan kegiatan Festival Arakan Sahur mengingat wabah Virus Corona, semua kegiatan pengumpulan massa ditiadakan, termasuk menutup tempat sarana rekreasi dan wisata di Tanjungjabung Barat,' ujar Otto.(ifa)