Muaro Jambi-Ribuan ikan di kolam milik Elpandi Simamora warga desa Mekar Jaya kecamatan Sungai Gelam kabupaten Muaro Jambi, mati mendadak di duga berasal dari limbah yang berasal dari perumahan Sri Kubera Jaya Makmur.

Kolam ikan tersebut terletak di RT 22 desa mekar jaya kecamatan sungai gelam kabupaten Muaro Jambi dan bersebelahan dengan lokasi perumahan Sri Kubera Jaya Makmur, 

"Saya memulai usaha kolam ikan ini sejak tahun 2008 dan selama itu tidak pernah ada masalah ikan-ikan yang saya pelihara selalu sehat dan hasilnya pun memuaskan saat waktu panen,"Jelas Elpandi Simamora. 

Ditambahkannya tapi semenjak developer perumahan Sri Kubera Jaya Makmur membeli lahan kelapa sawit dan menebang pohon sawit kemudian menimbun pohon sawit tersebut di lokasi yang akan di jadikan perumahan tanah di sekitar daerah ini seperti tercemar di duga akibat dari di timbunnya pohon sawit dan mencemari lingkungan sekitar nya.

"Kejadian sekitar pertengahan bulan Januari sampai akhir Februari 2020 total ada 63.000 ikan lele saya yang mati,"katanya. 

Melalui kuasa hukumnya Ramos Aprianto SH mengatakan sebelumnya dari pihak desa setempat melalui kepala desa Datuk Ambok Tuo sudah mengingatkan developer untuk tidak menimbun pohon sawit di lokasi perumahan tersebut."Karena di khawatirkan bisa mencemari lingkungan sekitar, tapi di acuhkan developer mediasi jg sudah di lakukan tapi belum di temukan solusi maka hari ini Kamis (14/05) kami ke Dinas lingkungan Hidup kab Muaro Jambi untuk menanyakan bagaimana tindak lanjut dari DLH kab Muaro karena sebelumnya pihak DLH kab Muaro Jambi sudah mengambil Sempel air di lokasi yang di duga tercemar," kata Ramos.

Di temui di ruang kerjanya Kadis Lingkungan Hidup kab Muaro Firmansyah mengatakan nanti dari DLH kabupaten Muaro Jambi akan turut langsung ke lokasi untuk melakukan pengambilan sampel ulang air di lokasi sekitar perumahan."Kita lihat apa penyebab ribuan ikan milik warga yang berada di sekitar lokasi itu bisa mati, apakah sebab pencemaran air atau sebab lainnya," kata Firmansyah (Jan)