Hj. Yulinar Saman Khatib " Ibu Pelopor Pariwisata Mandiri Batang Hari

 

" Halojambinews : Demi menghidupkan sektor pariwisata Batang Hari dengan berbekal dari kebiasaan mengajak serta menghimbau seluruh masyarakat desa di Kabupaten Batang hari dulu ketika menjadi istri bupati dan ketua TP-PKK Batang Hari, serta survei indahnya Hesti Garden Jangkat Kabupaten Merangin yang bernuansakan taman bunga, akhirnya dengan sekintang dayo, Hj. Yulinar Saman Khatib, menyulap areal tanahnya yang berisikan pohon pinang di Talang Bukit Desa Rantau Puri, menjadi objek wisata mandiri Talang Bukit Berbunga.

 

Destinasi wisata ini merupakan objek wisata mandiri pertama di Bumi Serentak Bak Regam.

 

Sudah selayaknya, sosok kelahiran Sungai Manau, Merangin ini menjadi Ibu Pelopor Wisata Mandiri Kabupaten Batang Hari.

 

Hj. Yuilnar Saman Khatib, yang merupakan putri pasangan Saidina Ali yang asli Sungai Manau dan Siti Zaenar asal Lumpo Pesisir Selatan Sumbar ini, mengatakan bahwa sektor pariwisata adalah merupakan investasi jangka panjang yang kalau dikelola dengan baik akan menjadi sumber penghidupan yang baik. " Kalau sektor migas, tak lama lagi akan habis karena persediaannya terbatas. Namun kalau sektor pariwisata akan merupakan sektor income yang berjalan dengan waktu lama.

 

Asalkan dapat dikelola dengan baik." katanya ketika diwawancarai Halojambinews, Rabu lalu (17/06/2020) di rumahnya Kompleks Air Panas Rengas Condong Muara Bulian.

 

Sosok berumur 76 tahun mengharapkan agar setiap desa di Kabupaten Batang Hari agar dapat menggalakkan dan menggali potensi wisata untuk dapat menjadi sumber pemasukan baik bagi warga dengan wisata mandirinya maupun bagi desa yang dapat dikelola oleh pemdes maupun bumdesnya.

 

" Banyak potensi wisata yang ada di Kabupaten Batang Hari, Seperti Danau Ugo di Aur Gading Kecamatan Batin XXIV, Danau Padi di Kecamatan Pemayung serta Danau Padi di Kecamatan Muara Tembesi, apabila dikelola secara baik oleh masyarakat beserta pemdes ya, akan menjadi destinasi wisata dan menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat serta desa itu sendiri.

 

Jangan dibiarkan begitu saja. Kawasan persawahan di Penyengat Rendah saja bisa menjadi objek wisata karena benar-benar dikelola oleh masyarakat serta pemdesnya." ujar Ketua Ikatan Keluarga pesisir Selatan (IKPS) Provinsi Jambi tersebut. Oleh karena itu, dimana ada kemauan, maka di situlah ada jalan dalam konteks membangun wisata mandiri.

" Mari kita sama-sama membangun wisata mandiri demi bangkitnya sektor pariwisata Kabupaten Batang Hari ke depan. Dimana ada kemauan di situ akan ada jalan.' ucap ibu dari Sang, Ikhsan (Alm-red) dan Iwan ini. (Fri)