Jambi - Kematian tiga hewan satwa di Kebun Binatang Taman Rimba Jambi yaitu harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) bernama Ayu, Singa Jantan (Panthera leo) asal Safari Bogor bernama Hori dan Ungko yang diduga tidak terurus akibat kurangnya makan dibantah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. 

Hal itu disampaikan Sekda Provinsi Jambi M.Dianto didampingi Kepala UPTD Taman Rimba Jambi, Taupiq Bukhari, saat kunjungan ke Taman Rimba Jambi. Senin pagi (28/01/2019).

Ia menjelaskan bahwa kematian harimau disebabkan sakit paru - paru basah dan singa terkena penyakit gagal jantung. Sedangkan kematian Ungko, dikarenakan tenggelam pada kolam di dalam kandang Singa. 

"Perilaku harimau yang terbiasa tidur di Semen menyebabkan terkena paru-paru basah, sedangkan Singa dikarenakan ada penyakit bawaan sejak lahir. Sementara kematian Ungko, itu tidak bisa berenang saat ingin lari dari kandang dan masuk ke kandang singa lalu tenggelam di kolam," jelas Sekda. 

Sedangkan kondisi singa dan harimau yang tersisa di Taman Rimba saat ini yang terlihat kurus, dikatakan Sekda bukan dikarenakan faktor makanan. 

Ia menyebutkan bahwa Pemprov Jambi telah menganggarkan untuk makananannya termasuk seluruh hewan yang ada. 

Namun, pemberian makan terhadap hewan tidak sembarangan ada standar pemberian makanannya.

 

"Kurus itu bukan karena kurang makan, jadi ada standarnya, misalnya apabila harus makan 5 kg setiap makan, jatahnya harus sama tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih," jelas Sekda.

 

Dirinya beralasan, karena seluruh kebun binatang yang ada di Indonesia ada pihak yang mengawasi, termasuk juga kebun binatang Taman rimba Jambi. 

 

"Ada Persatuan kebun binatang seluruh Indonesia itu ada yang mengawasi," pungkasnya. (uya)