Berlangsung Mencekam, Eksekusi Lahan di Kasang Pudak Akhirnya di Tunda

 

MUARO JAMBI,Halo Jambi_ Proses eksekusi lahan oleh Pengadilan negeri sengeti kelas II (dua) di Lorong Sentra Rt 15 Desa Kasang Pudak kecamatan Kumpeh Ulu kabupaten Muaro Jambi pada Rabu 23 September 2020 ini akhirnya ditunda.

 

Selain untuk menghindari bentrokan antar pihak di lokasi eksekusi upaya penundaan terhadap penetapan sita eksekusi oleh ketua Pengadilan Sengeti No.4/Pdt.G/2017/PN tanggal 14 September 2017 itu dilakukan lantaran temuan dilapangan Terkait dugaan perbedaan data. Permintaan penundaan Eksekusi lahan antara pihak yang berperkara yakni Hasanuddin melawan Zulhair Zisvar itu atas permintaan pihak kepolisian.

 

Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto menyarankan agar pembebasan lahan di Kecamatan Kumpeh ulu ini ditunda. Kapolres yang dikenal Tegas dan Tak pandang buluh dalam penegakan hukum tersebut menyebutkan Faktor utama yang menjadi pertimbangan penundaan adalah faktor temuan dilapangan bahwa pihak tergugat mengkalim adanya perbedaan KTP antara lokasi dengan pihak pemohon.

 

"Kita harus mengevaluasi terkait pelaksanaan eksekusi ini saat ini saya memerlukan jawaban tertulis dari pihak pengadilan mengenai perbedaan identitas dan objek menurut tergugat." Ucap AKBP Ardiyanto SIK.MH Pihak tergugat Zulhair Zisvar secara tegas menyatakan keberatan dengan eksekusi lahan yang di lakukan oleh pihak pengadilan negeri sengeti kelas dua tersebut. Zulhair berujar "Saya tidak pernah berperkara dengan Hasanuddin dan objek yang akan di ambil oleh Hasanuddin tidak sesuai dengan apa yang telah di sampaikan oleh panitera pengadilan negeri sengeti".

 

Sementara itu Panitera Pengadilan negeri sengeti kelas dua Kahfi menyatakan "Penundaan eksekusi lahan ini didasari oleh pertimbangan situasi keamanan.

 

Kahfi menerangkan Persoalan eksekusi lahan ini sudah jelas dan seyogyanya tidak ada yang perlu di ragukan lagi putusannya pun sudah inkrah dan tidak ada upaya hukum lagi mengenai persoalan identitas nama Kahfi menyarankan pihak tergugat untuk membuat sanggahan ke pengadilan negeri sengeti.

 

Pengamatan Halo jambi di lokasi Eksekusi lahan yang dilakukan Pengadilan Negeri Sengeti terhadap lahan seluas 2,8 hektare ini sempat memanas Pasalnya, sejumlah orang yang mengaku sebagai pemilik lahan keberatan atas eksekusi itu.

 

Kendati demikian pihak kepolisian resort Muaro Jambi berhasil meredam potensi kericuhan tersebut, hingga situasi tetap aman dan kondusif.

 

Adapun lahan yang disengketakan ini terbagi dalam 3 buah sertifikat saat ini di lahan tersebut berdiri beberapa rumah warga. (Jan)