Jambi - Memasuki masa hidup new normal dari pandemi Covid-19, penumpang bus Trans Siginjai mengalami peningkatan sejak bulan Juni - Oktober 2020.

"masa new normal ini mengalami penanjakan penumpang skala kecil sekitar 25 persen dari Juni hingga Oktober," ujar Wing Gunariadi, Kabid Perhubungan Darat Dishub Provinsi Jambi. Rabu (18/11/2020).

Ia menjelaskan kenaikan penumpang ini disebabkan karena mulainya aktivitas kembali pekerja seperti biasa. Tidak hanya itu, mahasiswa yang mempunyai kepentingan penting juga sudah ada yang datang ke kampus.

"Masyarakat sangat antusias dengan keberadaan Trans Siginjai, karena dengan biaya murah sudah bisa sampai tujuan," jelasnya.

Disebutkannya, penumpang Trans Siginjai setiap tahunnya mengalami peningkatan sekitar 10 persen sejak dari 2018. Bahkan sejak adanya pertambahan koridor, pada Februari 2020 grafik pertumbuhan penumpang sempat melonjak tinggi.

Namun, dengan mewabahnya Covid-19 di Provinsi Jambi pada bulan Maret - Mei mengalami penurunan penumpang secara drastis sekitar 80 persen.

"penurunan ini terjadi karena penumpang koridor satu dominan mahasiswa yang belajarnya sudah secara online. Sedangkan, koridor dua dominan ASN yang pada saat itu diterapkan kerja dari rumah sehingga terjadi penurunan dari Maret-Mei," kata Wing.

Akan tetapi, saat ini penumpang bus Trans Siginjai sudah mulai pulih seperti biasanya. Bahkan, grafik penumpang berangsur naik.

Ia mengungkapkan saat ini Dishub Jambi juga telah menambah 18 halte untuk bus Trans Siginjai. Dimana, sebelumnya bus Trans Siginjai telah terdapat 19 halte pada koridor I dan 20 halte pada koridor II.

"tambahan 18 halte ini dibagi dua, 8 halte untuk koridor I dan 10 halte untuk koridor II," tandasnya. (uya)