Banjir Rob di Kualatungkal Rentan Terjadi Penularan Covid - 19

KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Dua pekan terakhir siklus air pasang sedang naik di perairan Pantai Timur Jambi, akibatnya wilayah pesisir terdekat yaitu Kota Kualatungkal, ibukota Tanjungjabung Barat Provinsi Jambi dilanda banjir rob.

Banjir rob yang merupakan luapan air dari laut menggenang ke tanah daratan daerah ini, tinggi air hingga hampir sebatas pinggang orang dewasa, selama beberapa jam dalam sehari banjir rob berlangsung di antara pukul 14.00 hingga pukul 17.00 Wib, air laut akan surut setelah ini, namun air laut kembali naik dan meluap saat tengah malam hingga subuh, intensitas luapan air lebih rendah dibanding sore harinya.

Banyak rumah warga yang bertiang rendah terendam air kondisi menyisakan endapan lumpur yang kental. Sudah terbiasa masyarakat di daerah ini setiap tahunnya menghadapi keadaan yang sama.Dari pantau Halojambi.id di Jalan Asia Rabu (18/11) banjir yang membasahi permukaan jalan di lokasi ini dimanfaatkan oleh anak-anak bahkan orang dewasa untuk berenang dan berendam air asin, sehingga terlihat seperti bahana waterboom.

Namun dibalik keriangan anak-anak tersebut bermain air, potensi penularan virus Corona dikhawatirkan terjadi pada kondisi ini. Sehingga Polres Tanjungjabung Barat menurunkan anggotanya guna mengingatkan masyarakat, para orangtua untuk waspada bahaya yang mengintai anak-anak mereka.

"Atensinya adalah mengingatkan anak-anak untuk tidak bermain dikenangan air, tidak sehat, berbahaya dan dapat berpotensi terhadap penularan Covid -19, sehingga anggota kami turun mengamankan lokasi agar terhindar dari potensi penularan di sini," ujar Kapolres Tanjungjabung Barat AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi Kamis (19/11).

Menurut AKBP Guntur Saputro pihaknya sengaja turun ke lokasi banjir rob di dalam Kota Kualatungkal, lalu menemukan kondisi yang patut diwaspadai adanya penularan Covid 19 ditengah genangan air banjir rob akibat ramainya anak-anak dan warga dewasa yang turut menikmati "permainan" air laut tersebut.

" Kami meminta para orangtua mengawasi dan menjaga anak-anaknya agar selamat dari bahaya yang mengancam, sebab itu kita berharap masyarakat waspada bencana, tidak membentuk klaster Covid, agar banjir rob ini juga dihindari berada di.lokasi genangan, apa bila ada yang terpapar penularan cepat terjadi pada situasi tersebut." ungkap Kapolres.

Menutup Keterangannya Kapolres Tanjungjabung Barat mengatakan pihaknya Rabu (18/11) telah ke lokasi banjir rob dalam Kota Kualatungkal dan kepada anak-anak yang bermain air disuruh pulang ke rumah dan kepada mereka diberikan masker agar mengikuti protokol kesehatan.

"Kita kemaren sudah hadir menghimbau dan menghalau serta menyampaikan kepada anak-anak yg ada di lokasi banjir rob untuk segera meninggalkan lokasi karena banjir rob airnya tidak sehat serta bahaya mengganggu Kamseltibcarlantas yang paling rawan adalah potensi penularan covid karena anak-anak tidak pakai masker dan belum pasti terjamin semua sehat bebas Covid yg ada di lokasi banjir rob," sebut AKBP Guntur Saputro.

Sementara itu terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tanjungjabung Barat Zulfikri kepada Halojambi.id saat dihubungi Kamis (19/11) mengatakan bahwa pihaknya telah menghimbau masyarakat di wilayah ini untuk waspada bencana banjir rob dengan naiknya air pasang laut ke dalam Kota Kualatungkal.

"Himbauan untuk masyarakat yang beraktifitas di laut utk berhati-hati dan waspada gelombang tinggi lengkapi dengan alat pelindung diri (APD), masyarakat agar dapat menjaga anak- anak untuk bermain di genangan banjir rob hindari bermain berkumpul tetap mentaati protokol kesehatan, terutama orang tua untuk tetap mengawasi anak anaknya," kata Zulfikri.

Hal yang sama dikemukakan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat H.Taharudin, dikatakan Pemerintah Tanjungjabung Barat sangat mewaspadai kondisi banjir rob saat ini sehingga masyarakat diminta untuk berhati-hati pada saat banjir rob dan menghindari beraktivitas di luar rumah, sebab penularan Covid-19 sangat rentan terjadi pada situasi saat ini dengan anak-anak dibiarkan bermain air digenangan banjir rob sangat tidak aman di masa pandemi saat ini.

" Kita menghimbau masyarakat untuk menjaga anak-anaknya agar melarang mereka main air, rentan penularan Covid-19 pada situasi ini dan bahaya lainnya, apa lagi mereka tidak menggunakan masker, sehingga sebaiknya para orangtua lebih meningkatkan perhatian keselamatan anak-anak mereka di tengah pandemi Covid 19 saat ini," tutur H Taharudin.

Noval (10) anak warga Jalan Nelayan Kelurahan Tungkal IV Kota Kualatungkal mengaku sangat menikmati bermain air banjir rob bersama teman-temannya, " Kami kemarin mandi air laut, berenang, tapi tak lama ada Pak Polisi datang kami disuruh pulang, kami dikasih masker lalu tidak boleh main air lagi,"sebut Noval.(ifa)