Penderita Covid-19 di Tanjabbar Nyaris Capai 300 Orang Usai Pilkada

KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Usai Pilkada 2020 berlangsung Rabu (9/12) lalu di Kabupaten Tanjungjabung Barat jumlah angka warga terinfeksi virus Corona meningkat yang hampir mencapai 300 orang padahal lima hari sebelum hari H pemungutan suara jumlah penderita Corona sebanyak 253 orang, pertambahan terjadi pada 11 Desember tercatat 281 terkonfirmasi telah terpapar Covid-19, namun jumlah tersebut bukan berasal dari kluster Pilkada atau TPS.

Informasi yang berhasil dihimpun Halojambi.id pascapelaksanaan Pilkada Serentak 2020 terkait perkembangan kondisi pandemi Covid-19 bahwa jumlah warga daerah ini terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona per 16 Desember adalah sebanyak 299 orang, nyaris mencapai 300 orang namun belum ada rilis dari otoritas pemerintah Tanjungjabung Barat yang menyebutkan pertambahan signifikan jumlah penderita Covid-19 setelah lebih satu pekan berlangsungnya Pilkada telah terjadi penularan di TPS sehingga menimbulkan kluster baru penderita penyakit menular ini.

Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat, H Taharudin Rabu (16/12) kepada Halojambi.id di Kualatungkal saat dikonfirmasi mengatakan perkembangan kondisi usai Pilkada tidak seperti kekhawatiran banyak pihak sebelumnya tentang bakal terjadi kluster baru penularan Covid-19 saat berlangsungnya pemungutan suara di TPS akibat terjadi saling kontak banyak orang.

"Ya ada penambahan penderita bukan berasal dr kluster KPU tetapi dari hasil screening RDT Reaktif. Bukan akibat terjadinya kluster baru pada saat Pilkada, hanya saja penderita yang baru terkonfirmasi akibat kontak erat dengan penderita Covid-19 sebelumnya," ujar H Taharudin.

Sementara itu Ketua Bawaslu Tanjungjabung Barat saat dihubungi di Kualatungkal Kamis (17/12) mengatakan pihaknya sejauh ini tidak mendapat laporan pascapilkada terjadi penambahan penderita Covid-19 yang diduga akibat terjadi penularan virus Corona di TPS.

"Jika penularan Covid-19 terjadi di TPS sejauh ini saya belum mendapat informasi apapun, karena Bawaslu masih memonitor perkembangan situasi terkait Pilkada, namun belum ada saya terima laporan masyarakat tentang pelanggaran protokol kesehatan sehingga terjadi penularan Corona di TPS," kata Ketua Bawaslu Tanjungjabung Barat.

Namun sekitar dua Minggu sebelum Pilkada Serentak 2020 berlangsung, Kapolres Tanjungjabung Barat AKBP Guntur Saputro yang dikonfirmasi Halo Jambi Jumat (20/11) terkait Pilkada Serentak mengatakan bahwa pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar Pilkada Serentak walau terlaksana di tengah Pandemi Covid-19 namun bisa berjalan aman tanpa klaster Corona.

"Kami sudah sosialisasi Pilkada damai dan sehat di 4 lokasi (Kecamatan Tungkal Ilir, Betara , Merlung dan Tungkal Ulu) kepada masyarakat dan penyelenggara Pemilukada untuk mendukung terselenggaraan Pilkada yang sejuk, aman damai dan sehat," ujar Kapolres.(ifa)