OTG Covid -19 Mengaku Lalaikan Prokes Setelah Sembuh Berpesan Ingat 3 M

Ditulis oleh : Musdalifah Rachim

Pertarungan melawan Covid-19 hingga akan berakhir tahun 2020 tidak turut berakhir, bahkan di tahun depan 2021 kelak menjadi tantangan yang lebih berat lagi dalam melawan Covid karena dunia kembali dikejutkan baru-baru ini di Inggris dengan telah munculnya virus Corona sejenis dengan varian baru yang lebih ganas.

Bagi mereka yang pernah diserang virus Corona tersebut dan harus menjalani isolasi dengan "mengurung diri" berhari-hari menjauhkan diri dari berinteraksi dengan orang lain dan dunia luar. Adalah menjadi suatu pengalaman luar biasa bagi hidupnya dan tidak ingin terulang lagi selamanya pristiwa tersebut.

Sehingga penuturan dua mantan penderita Covid-19 kepada Halojambi.id patut menjadi pembelajaran bagi mereka yang belum terpapar virus aneh asal Wuhan, China ini.

Pandemi Corona yang melanda seantero bumi menurut mereka yang pernah merasakan di tubuh mereka hidup virus yang mengancam nyawa itu telah memberikan mereka pelajaran berharga untuk mengubah prilaku hidup untuk lebih peduli kesehatan dan meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Untuk jangan melalaikan pola laku 3 M.( Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) Menelusuri pengalaman sejati seseorang yang berstatus OTG di masa pandemi Covid-19 saat ini cukup menarik diungkapkan guna menjadi pembelajaran untuk mengubah diri agar lebih protektif menjaga kesehatan pada situasi yang berpotensi terjadi persebaran virus akibat dari berbagai kontak dengan banyak orang tanpa disadari.

Akan halnya yang pernah mengalami menjadi OTG ( orang tanpa gejala) Covid-19 bagi Rinty (35) ASN di salah satu instansi Pemerintah Daerah Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi. Membuat Rinty semakin menyadari keberadaan virus Corona nyata adanya sehingga menjadi pembelajaran berharga baginya setelah selama 10 hari di bulan Desember 2020 ini, terpaksa harus menjalani karantina di fasilitas pemerintah, mengaku lalai mematuhi protokol kesehatan telah membuatnya terpapar virus Corona.

Rinty mengisahkan pengalamannya menjadi orang yang harus menjalani karantina yang menjauhkan dengan 3 orang buah hati yang dicintainya semua itu berat baginya namun dukungan teman-teman sekantor dan keluarga menjadi kekuatan bagi Rinty menjalani masa-masa isolasi yang menghilangkan kebebasan untuk berinteraksi dengan orang lain.

" Setelah saya 10 hari dikarantina saya dipulangkan dan diwajibkan isolasi mandiri di rumah selama 7 hari, tanggal 25 Desember habis masa isolasi mandiri di rumah, namun selama menjalani isolasi mandiri maupun di fasilitas pemerintah ( di gedung eks.Puskesmas Tungkal 2 Kota Kualatungkal ) saya dapat suport baik dari tetangga, rekan-rekan kerja, teman-teman dan keluarga, Alhamdulillah, tidak membuat saya down, tidak membuat saya terpuruk, saya semangat menjalaninya, saya happy, karena saya salah satu OTG, saya tidak bergejala, saya tidak mengalami sesak nafas, cuma mengalami penciuman berkurang, tidak bisa merasakan makanan, gejala saya cuma itu, tidak ada gejala sesak nafas, panas tinggi, jadi saya salah satu OTG, saya merasa diri saya lalai selama pandemi terhadap protokol kesehatan," ungkap wanita berhijab ini.

Membeberkan pengalamannya wanita cantik ini tidak ingin menutupi telah pernah terkonfirmasi terinfeksi virus Corona, sehingga baginya apa yang pernah dialaminya dia berharap semoga mata rantai virus Corona terputus hanya sampai pada dirinya saja, anak-anak dan keluarga serta rekan-rekannya tidak tertularkan.

" Awal mulanya terpapar virus Corona tanggal 8 Desember diketahui dari hasil uji swab, saya merasa minder, takut dijauhi teman kerja dan lingkungan, saya juga takut anak saya terpapar, saya kalut apa yang harus saya lakukan, tetapi teman-teman kerja semuanya kasih suport, akhirnya saya bersedia menjalani isolasi selama 10 hari di gedung eks.Puskesmas yang diperuntukkan pemerintah bagi penderita Covid, untungnya anak-anak saya tidak terpapar, mata rantainya berhenti di saya," ujar Rinty dengan nada haru.

Selama menjalani masa karantina pada fasilitas Pemerintah Daerah Tanjungjabung Barat menurut Rinty kebutuhannya tercukupi baik makan-minum juga asupan obat-obatan dan vitamin." Selama dikarantina diberikan makan dan minum dan fasilitas yang cukup, mendapatkan pengobatan, dilakukan pengecekan kesehatan secara berkala," sebut Rinty.

Setelah apa yang dialaminya ini Rinty berjanji pada dirinya untuk memiliki ubah laku berupa kepedulian tinggi dalam menjaga kesehatan dengan mengikuti protokol kesehatan.

" Karena saya merasa diri saya lalai dalam menjalankan protokol kesehatan selama pandemi ini, jadi ya saya terima, kedepan saya, keluarga dan anak-anak lebih memperhatikan protokol kesehatan, karena kalo bukan kita yang menjaga siapa lagi, kepada teman-teman yang di luar sana, saya berharapkan dapat menjaga 3 M, menjalankan pola 3 M, terbukti ketika kita menjalankan, kita bisa terhindar meminimalisir terpapar virus ini, kepada teman-teman ingat 3 M ( memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak)." ujar Rinty dengan mata berbinar bahagia, telah selamat dari cengkeraman Covid-19 dan kini perempuan energik ini telah mulai beraktivitas kembali di instansi tempatnya bekerja.

Selama menjalani isolasi bahkan Rinty tetap mengerjakan tugas-tugas kantor yang belum diselesaikan sebelumnya, sehingga dirinya tidak terlalu bosan di tempatnya menjalani isolasi, tetap ada kesibukan untuk mengisi waktu guna pemulihan kesehatan.

Namun Rinty telah kembali dengan semangat baru setelah hampir sebulan menjauhkan diri dari interaksi sosial di lingkungannya." Saya happy, saya melewati semua dengan selamat, saya pulih kembali, Alhamdulillah," kata Rindu menutup percakapan dengan Halojambi.id di "Kota Orang Kayo". (Pemerintah Daerah Tanjungjabung Barat telah merubah nama ikon kota Kualatungkal, dengan nama baru Kota Orang Kayo dibulan Desember ini).

Kisah serupa dengan Rinty juga dialami oleh Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tanjungjabung Barat H Taharudin yang telah terkonfirmasi terinfeksi virus Corona, lelaki yang karena tugasnya sehari-harinya di lapangan adalah berada di garis depan pemberi informasi dalam perkembangan keberadaan pandemi virus Corona di daerah ini ternyata atas kehendak Allah diizinkan olehNya untuk terpapar virus yang telah merubah wajah dunia saat ini menjadi dunia yang dicekam kegelisahan, padahal dirinya yang tiada henti mengingatkan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan tentu lebih paham melindungi diri sendiri dari tersentuh "si Corona" itu.

Dari pengalamannya ini Halojambi mencoba melakukan penelusuran terhadap apa yang dialami Pak Jubir "Covid" tersebut ini." Setelah pada tanggal 26 September 2020 saya telah melakukan swab dan setelah hasilnya keluar Saya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid 19 dan dari hasil swab tersebut," ujar jubir H Taharudin, awal perbincangannya dengan Halojambi.id sore itu beberapa hari lalu.

Menuturkan pengalamannya sempat terpapar Covid-19 di tengah tugasnya selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Tanjungjabung Barat dan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 daerah ini H Taharudin mengaku sejak dinyatakan positif Corona dirinya tidak membiarkan rasa ketakutan menghantui dirinya, agar virus yang ada ditubuhnya saat itu tidak "menguasai" mentalnya.'

Ketika setelah positif Covid-19 saya pribadi tidak mau memikirkan apa lagi membicarakannya, Corona ada di tubuh saya, saya memperbaiki sikap mental saya untuk kuat, saya berupaya meningkatkan daya tahan dan imunitas tubuh, saya penuhi kebutuhan asupan vitamin makanan yang bernutrisi tinggi, " ungkap lelaki yang akrab di sapa oleh insan pers di Tanjungjabung Barat dengan sebutan Bang Aji ini.

Walau setelah tertular virus Corona Bang Aji tidak sama sekali menutup dirinya dari "dunia luar" ketika itu, namun kontak melalui sambungan seluler tetap dilakukannya, terhadap siapapun yang ingin menghubunginya, rekan-rekan pers bebas menghubungi melalui telepon Watshapp meski sedang menjalani isolasi.

Saat menyampaikan telah terkonfirmasi positif Corona dari hasil test swab, Bang Aji sengaja membuat rekaman video, sebagai keterangan pers dari sebagai konfirmasi kepada media bahwa tengah menjalani isolasi mandiri akibat telah terpapar Covid-19.

"Saya menghimbau jika ada yang merasa kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif dapat melakukan pengecekan kan di pos pelayanan terdekat, mohon doa dan ketulusan dari rekan-rekan sekalian agar dalam menjalani isolasi dapat berjalan baik dan saya diberi kesembuhan kembali." ucapnya.

Menurut Bang Aji yang terpenting dalam menghadapi pandemi Covid-19, apa lagi setelah dinyatakan terpapar virus tersebut yang paling utama yang harus dilakukan adalah harus bisa menerima bahwa wabah itu sudah ada dalam dirinya.

"Tentunya kita sudah tahu obat dan vaksin belum ditemukan, kita berupaya meningkatkan daya tahan tubuh kita, selama isolasi saya mencoba meyakinkan diri, in shaa Allah itu virus tidak lama dalam diri saya, artinya dengan kekuatan terutama daya imun yang ada dalam tubuh saya," sebut Bang Aji dengan nada penuh semangat.

Mengakhiri bincang-bincang sore itu, Bang Aji berpesan agar selalu patuhi protokol kesehatan, laku 3 M jangan pernah lupa, sebab ini kunci "rumah" untuk mencegah covid-19 bersarang ditubuh."Ingat 3 M, patuhi protokol kesehatan ini kunci untuk cegah Corona masuk dalam tubuhmu," kata Bang Aji menasehati.

 Kondisi masyarakat di Provinsi Jambi saat ini masih belum dapat dikatakan aman dari cengkeraman Covid-19, sehingga Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah dalam suatu keterangan Pers di Kota Jambi mengingatkan masyarakat di seluruh wilayah di Provinsi Jambi untuk mematuhi protokol kesehatan. Johansyah mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan.(ifa)