Akibat Hantaman Gelombang Air Laut,Bangunan Rumah Menjadi Condong Dan Nyaris Roboh
Muara Sabak-Halojambi.id Lima rumah warga serta satu bangunan pengawas perikanan dan satu bangsal di dusun nelayan desa Air Hitam Laut nyaris roboh disapu gelombang pasang,peristiwa ini terjadi sejak hari Rabu 14 Januari 2020.
Hingga hari ini Sabtu 16 Januari 2020,gelombang pasang masih melanda kawasan pesisir ini.Menurut Alimin warga yang rumah nya menjadi korban keganasan air laut ini menuturkan,peristiwa ini yang paling parah sejak dirinya tinggal disini sejak 30 tahun silam,akibat peristiwa ini sejumlah barang keperluan rumah tangga hanyut disapu gelombang.
"Barang barang sebagian tidak bisa diselematkan,lantai rumah hancur perkakas rumah tangga semua jatuh ke bawah disapu air.
Agus,warga yang ikut menjadi korban keganasan gelombang pasang ini mengatakan,tinggi gelombang mencapai 3 meter menyapu rumah yang ada di dekat muara sungai air hitam laut.Akibat hantaman gelombang bangunan rumah menjadi condong nyaris roboh.
"gelombang besar terjadi saat air pasang,hanya satu jam rumah kami hancur"'ungkap nya. Sementara itu kepala desa Air Hitam Laut Abri Sandria mengatakan,musibah ini akibat pasang air laut ditambah tinggi nya intensitas hujan yang mengguyur selama 4 hari.
Musibah ini diperparah dengan abrasi yang terjadi di bagian tanjung muara sungai."Abrasi sudah menggerus bagian tanjung sejauh 100 meter,air laut tidak tertahan hingga menghantam rumah di dekat lokasi abrasi",ungkap Abri.
Akibat peristiwa ini,warga rumah nya yang terdampak harus mengosongkan rumah sampai kondisi air benar benar aman.dampak gelombang ini turut menghancurkan jalan rigit beton sepanjang 15 meter dan merusak rumah pengawas milik dinas perikanan,kawasan yang terkena musibah berada di RT 10 dusun Nelayan.
"Jalan beton didekat bangsal ikan roboh,termasuk rumah dinas milik pemerintah rusak berat dan intasali listrik dirumah yang terdampak kami putus menghindari konsleting listrik",kata Abri Sandria.(kms)