Abrasi Kuala Sungai AHL Ancam Pemukiman Warga

TANJABTIM-Musibah yang menimpa 7 bangunan di kuala sungai air hitam laut disebabkan oleh abrasi yang terjadi dikuala sungai air hitam laut.

Sartika Dewi salah satu warga yang telah puluhan tahun tinggal di sini (Kuala air hitam) mengatakan sejak tahun 90 an baru kali ini air pasang disertai gelombang mengantam rumah warga kuala air hitam, musibah ini terjadi akibat pohon pelindung (pohon nipah) sudah hilang akibat abrasi air laut.

"Dulu air pasang disertai gelombang bisa ditahan oleh pohon nipah di depan sana"kata Ratna.

Hal senada juga di ungkapkan oleh kepala desa Air Hitam Laut Abri Sandria,ia mengatakan abrasi yang terjadi di kuala sungai sudah membahayakan pemukiman warga.

"Pohon nipah yang menjadi benteng utama penghalang ombak mulai hilang akibat tidak mampu menahan terjangan ombak."panjang abrasi sudah 200 meter menjorok ke daratan",kata Abri.

Pemerintah Desa sudah mengusulkan ke balai agar segera ditindaklanjuti agar tidak mengancam pemukiman warga.Tahun ini pihak balai sudah menganggarkan pembangunan turap lanjutan sepanjang 300 meter digaris pantai Babussalam untuk menunjang event tahunan mandi safar, sedangkan turap untuk pemecah ombat masih sebatas usulan.

"Turap pemecah ombak dilokasi abrasi sedang kita usulkan",tandas kades.

Sekda Tanjabtim Sapril disela sela peninjauan pemukiman yang rusak akibat hantaman gelombang pasang laut mengatakan,pihak pemerintah daerah akan segera melakukan koordinasi ke Balai Wilayah Sungai Sumatera VI.

Kondisi abrasi didesa Air Hitam Laut Kecamatan Sadu harus segera ditindak,agar tidak mengancam pemukiman warga."Kita segera menjalin kordinasi kepihak balai untuk menyikapi abrasi dikuala sungai Air Hitam",kata Sekda.

Pasang air laut disertai gelombang besar di desa Air Hitam Laut terjadi pada hari selasa pekan lalu 16/01/2020,akibat musibah ini,tujuh bangunan rusak dan jalan rigit beton dan jerambah beton hancur akibat gelombang pasang.(kms)