Pembelajaran Tatap Muka di Tanjabbar Dinilai Masih Beresiko

KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Pemkab Tanjungjabung Barat hingga saat ini belum mengambil keputusan menetapkan pelaksanaan kegiatan Pembelajara Tatap Muka, sehingga Kamis (21/1) Tim Satgas Percepatan Penangan Covid-19 Tanjungjabung Barat menggelar rapat pembahasan dan evaluasi perihal izin pembelajaran dengan sistem tatap muka yang diusulkan Kantor Kementerian Agama Tanjungjabung Barat.

Hasil rapat tersebut tidak mengambil keputusan untuk kepastian pembukaan sekolah tatap muka namun pihak Dinas Pendidikan Tanjungjabung Barat dimintal oleh Tim Satgas Covid-19 untuk melakukan persiapan yang lebih optimal sehingga mendapatkan rekomendasi yang dipedomani dalam pelaksanaan sekolah tatap muka.

Ketua Tim Satgas Percepatan Penangan Covid-19 Tanjungjabung Barat Agus Sanusi yang juga merupakan Sekretaris Daerah Tanjungjabung Barat dalam arahannya dalam rapat tersebut meminta instansi terkait untuk meninjau ulang persiapan pembelajaran tatapan, sekolah-sekolah yang dianggap siap dan memiliki standar tinggi dalam penerapan protokol kesehatan sebagai uji coba pelaksanaan pembelajaran tata muka dan telah melalui seleksi ketat melalui simulasi yang sudah dilakukan di sekolah yang telah menggelar pembelajaran tatap muka.

"Harus yakin betul, Tim memeriksaan kesiapan pembelajaran tatap muka, melihat trent terkini belum dapat menyetujui pembukaan sekolah tatap muka, kesimpulannya kita lihat dua pekan kedepan, apa bila kondisi membaik akan dipertimbangkan," ujar Sekda.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan dr. Andi Pada mengemukakan dalam koordinasi yang berlangsung tersebut bahwa pihaknya menilai perlunya memperhatikan berbagai faktor yang menjadi pertimbangan.

"Mempertimbangkan kondisi kesehatan, sosial untuk pembelajaran tatap muka haruslah mengedepankan protokol kesehatan, di mana setiap kelas hanya boleh diisi 18 orang peserta didik, sebagai standarnya dan masih harus hati-hati, artinya banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, simulasi penting, kita akan melihat sejauh mana pemahaman pihak sekolah, kepala sekolah, peserta didik, orangtua terhadap hadap banyak hal yang harus dianalisa,' "ungkap Andi.

Menurut Andi, guna sebagai antisipasi penularan melalui aktivitas makan-minum anak selama berada di sekolah sebaiknya anak-anak membawa bekal dari rumah yang dipersiapkan orangtua.

" Anak-anak tidak boleh jajan bawa bekal dari rumah, disiapkan mulai dari rumah, bagaimana mengatasi tidak jajan, mempersiapkan anak-anak datang kesekolah dengan membawa bekal sendiri, tingkatkan kewaspadaan sebab sampai saat ini, masih sangat beresiko," ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Martunis Yusuf saat dikonfirmasi media usai menghadiri rapat mengatakan pihak akan memilih sekolah tertentu yang memiliki tingkat kesiapan yang memenuhi standar sistem protokol kesehatan yang memenuhi kelayakan dalam pelaksanaan sekolah tatap muka.

" Akan dipilih-pilih sekolah yang dibuka, tidak semua sekolah,harus ada konsep yang jelas dan harus melengkapi syarat kelayakan pelaksanaan pembelajaran tatap muka," sebut Martunis, menutup keterangannya.(ifa)