KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Kabupaten Tanjungjabung Barat duduki posisi ketiga terbesar angka pasien Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini sehingga wilayah yang berada di Pantai Timur Provinsi Jambi tersebut tercatat sebagai wilayah darurat Corona Zona Kuning.

Tingkat kepatuhan masyarakat daerah ini yang dinilai rendah dalam menerapkan protokol kesehatan secara individual menjadi "biang keladi" bertambahnya angka penderita penyakit yang menyerang saluran pernafasan manusia itu.

Sehingga saat ini jumlah penderita 449 orang per hari Rabu (27/1) dan terdapat sebanyak 310 sembuh dan 5 orang pasien Covid-19 meninggal dunia.

Juru Bicara Percepatan Penangan Covid-19 Tanjungjabung Barat H Taharuddin yang dikonfirmasi Kamis (28/1) mengatakan kondisi ini terjadi akibat rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan secara individual hal ini dapat terlihat saat warga menghadiri kegiatan hajatan tanpa jaga jarak dan melepas masker dan kegiatan-kegiatan lainnya warga masih gemar berkumpul beramai-ramai dan melupakan Prokes.

"Kita imbau tingkat kesadaran pemakaian masker jangan sampai kendor. Dan pegelaran acara pun misalnya, pesta pernikahan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan, jangan sampai longgar, sebab posisi kita sekarang peringkat ke-3 di bawah Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi,” ungkap H Taharuddin.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungjabung Barat dr. Andi Pada dikonfirmasi Halojambi.id terkait kondisi darurat Covid-19 di Tanjungjabung Barat membenarkan hal itu bahwa daerah ini telah berada pada Zona Orange.Iya kita urutan ketiga dan masuk Zona Orange," ujarnya.

Pantauan Halojambi.id Kamis (28/1) di Kualatungkal di Jalan Nelayan masih banyak terlihat warga antri membeli kebutuhan sarapan pagi di warung-warung kaki lima tanpa mengenakan masker dan tidak jaga jarak." Memang warga di sini jarang yang peduli pakai masker," ujar Tuty yang juga tidak mengenakan masker saat membeli nasi gemuk di pedagang kaki lima tersebut.(ifa)