KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Seiring dengan pertambahan jumlah warga Tanjungjabung Barat ( Tanjabbar) yang terinfeksi virus Corona dari hari ke hari menyebabkan kafasitas tempat isolasi yang dipersiapkan Pemkab Tanjungjabung Barat di wilayahnya diperkirakan bakal melebih daya tampung yang tersedia saat ini, sehingga Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat telah bergerak cepat melakukan persiapan lokasi isolasi yang layak dan memenuhi standar protokol kesehatan sebagai tempat isolasi bagi mereka yang terpapar virus Corona .

Guna sebagai antipasi bagi penderita Covid-19 berikutnya dapat tertampung pada tempat isolasi yang difasilitasi pemerintah (isolasi non mandiri).

Pantauan Halojambi.id beberapa waktu lalu, Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) yang berlokasi di luar Kota Kualatungkal ( Ibukota Tanjungjabung Barat) yaitu terletak Kecamatan Betara menjadi tempat yang cukup strategis guna menjadi tempat isolir diri bagi warga terkonfirmasi mengidap virus Corona di tubuhnya, lokasi gedung tersebut cukup perjarak dengan pemukiman masyarakat se tempat, sehingga gedung ini "bisa disulap" menjadi ruang isolasi sebab dahulu saat dibangun diperuntukan sebagai rumah sakit namun setelah periode pemerintahan daerah berganti status bangunan ini menjadi Gedung BLK.

“Karena melihat kondisi saat ini makin bertambahnya pasien maka kita siapkan gedung BLK di Kecamatan Betara sebagai antisipasi tempat isolasi tambahan,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Tanjungjabung Barat H Taharudin kepada wartawan di Kualatungkal Senin (25/1) lalu.

Menurut H Taharudin sudah empat tempat di dipersiapkan sebagai tempat isolir pasien Covid-19."Sebelumnya kan kita sudah siapkan di empat tempat untuk isolasi. Di RSUD Daud Arif Kualatungkal, di Eks Puskesmas II, di Gedung Balai Adat Kualatungkal dan di RSUD Surya Khairuddin Merlung,” ucap Taharudin menambahkan keterangannya. Salah satu "mantan" pasien Covid-19 di Kualatungkal yang telah dinyatakan sembuh Ully (37) saat dikonfirmasi Sabtu (30/1) mengatakan saat dirinya menjalani isolasi di Gedung Balat Adat Kualatungkal sempat mengetahui kondisi tempat isolasi yang ditempatinya telah penuh "penghuni" namun tak lama setelah dirinya akan keluar terdapat "rombongan" baru yang masuk.

"Kemaren sempat penuh ya, tapi setelah beberapa hari yang lebih dahulu dari kami keluar, lalu yang lain masuk lagi, jadi rombongan kami keluar sudah ada rombongan lain masuk lagi." ujar Ully yang meski telah sembuh namun tetap melanjutkan isolasi mandiri di rumah.

Terkait hal sama mengenai ruang isolasi beberapa hari lalu (26/1) Dirut RSUD KH. Daud Arif Kualatungkal, dr. Elfry Syahril, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi perawat dan nakes lainnya yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kita sudah menyiapkan rumah dinas sebagai tempat isolasi bagi nakes yang memang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, mungkin di rumahnya secara protokol kesehatan belum bisa untuk dilakukan isolasi mandiri,” katanya dr. Elfry dalam keterangannya di Kualatungkal.(ifa)