KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Sejak dicanangkan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 oleh Bupati Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi pada 4 Februari 2021 lalu, kegiatan vaksinasi terus berlangsung bagi para tenaga kesehatan di daerah ini yang bertugas di 16 Puskesmas dan dua rumah sakit yaitu RSD KH Daud Arif Kualatungkal dan RS Surya Khairudin di Kecamatan Merlung. Kini kegiatan vaksinasi telah rampung dilaksanakan untuk suntikan vaksin dosis pertama dan hari ini dimulai penyuntikan vaksin dosis kedua.

Humas RSUD KH Daud Arif Kualatungkal, Kabupaten Tanjungjabung Barat dr. Nani saat dikonfirmasi Halojambi.id Rabu (17/2) mengemukakan bahwa untuk para Nakes yang bertugas di RSUD Daud Arif telah selesai menjalani vaksinasi Covid-19 tahap pertama.

"Usai sudah vaksinasi Covid-19 gelombang 1 tahap ke 1 yang dimulai sejak 8 Februari lalu, untuk Nakes di RSUD KH Daud Arif. Namun masih ada beberapa Nakes yang belum divaksin, tertunda sementara bagi Nakes yang hamil dan yang merencanakan mau hamil, selain itu ada beberapa yang berpenyakit autoimun dan sampai saat ini yang telah divaksin tidak ada yang mengalami gejala tertentu," ungkap dr Nani.

Namun pada di akun Facebooknya Kamis (18/2) dr. Nani mengabarkan dirinya telah melakukan suntikan vaksin dosis kedua setelah 14 hari sebelumnya (4/2) lalu, dia bersama para influencer ikut pula divaksin saat Pencanangan Vaksinasi Covid 19 untuk wilayah Tanjungjabung Barat.

" Lengkap...lengkap... lengkap dan selesai sudah penyuntikan tahap 2 untuk diri sendiri. Tugas hari ini menyuntik dan disuntik," sebutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungjabung Barat dr. Andi Pada yang dikonfirmasi Halojambi.id Kamis (18/2) melalui Kepala Bidang P2PL Hj Arida Santioren diketahui bahwa keseluruhan Nakes di Tanjungjabung Barat telah menjalani vaksinasi dosis pertama." Alhamdulilah sudah Nakesnya divaksin seluruhnya." ujarnya.

Namun Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, akhir Januari lalu mengeluarkan keterangan pers bahwa masih banyaknya tenaga kesehatan yang belum divaksin di daerah, disebabkan kurangnya vaksin, kemudian proses pendaftaran atau registrasi ulang tenaga kesehatan penerima vaksin yang lambat, dan kondisi kesehatan tenaga kesehatan yang tidak memenuhi syarat.(ifa)