KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Pjs.Gubernur Jambi Dr. Hari Nurcahya Murni baru saja kemarin Ahad (7/3) datang bertamu ke rumah jabatan Bupati Tanjungjabung Barat di Jalan Sudirman Kualatungkal pada sekitar pukul 09.00 Wib pagi itu bersama rombongan yang diantaranya Karo Adminstrasi Pimpinan Setda Provinsi Jambi Johansyah.

Adapun agenda kehadiran wanita yang baru dilantik sebagai Pjs. Gubernur Jambi tersebut pada 18 Februari lalu di bumi Serengkuh Dayung Serentak ke Tujuan ini dimaksud sebagai kunjungan kerja.

Kedatangan perempuan yang juga merupakan pejabat eselon 1 di Kementerian Dalam Negeri tersebut disambut hangat oleh Bupati dan Wakil Bupati Tanjungjabung Barat beserta Forkominda serta pada kepala OPD di lingkup Pemkab Tanjungjabung Barat, meskipun hujan turun membasahi kota ini.

Usai formalitas penyambutan berlangsung Pjs. Gubernur Jambi dan rombongan memasuki ruang tamu dan kemudian berlangsung pertemuan resmi dengan Kepala Daerah Tanjungjabung Barat beserta jajarannya di ruang aula rumah jabatan Bupati Tanjungjabung Barat dengan tetap diterapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Tanjungjabung Barat Ir. H Firdaus Khatab mendapat kesempatan pertama memberikan pemaparan terkait potensi daerah Tanjungjabung Barat di hadapan Pjs. Gubernur Jambi menyampaikan bahwa Wilayah Tanjungjabung Barat memiliki rentang keluasan areal dari wilayah hulu dan hilir daerah ini adalah sepanjang 5.009,82 kilometer persegi dan tersebar 13 kecamatan dan terdapat 134 desa/kelurahan.

Namun selanjutnya Firdaus mengungkapkan sebuah fakta yang didukung oleh data konkrit bahwa di Kabupaten Tanjungjabung Barat untuk bidang pendidikan pada tahun ajaran 2019-2020 peserta didik di tingkat sekolah dasar berjumlah 36.382 orang siswa, namun tidak sebanding dengan angka peserta didik di tingkat yang lebih tinggi yaitu SMP dan SMA yang masing-masing berjumlah 20.274 dan 6.250 orang peserta didik untuk tingkat SMA.

Pemkab Tanjungjabung Barat dikatakan terus berupaya agar daerah ini tidak terjadi kesenjangan pendidikan, mengingat masih terdapat kecamatan yang belum terhubung transpotasi darat, seperti Kecamatan Seberang Kota di wilayah ini tidak terdapat fasilitas pendidikan-sekolah se tingkat SMA.

"Kecamatan Seberang Kota tidak ada SMA mohon dukungan Provinsi Jambi untuk pengadaan SMA, dikhawatirkan adanya kesenjangan pendidikan di kecamatan ini," ungkap Firdaus.

Bupati Tanjungjabung Barat Drs. H Anwar Sadat selanjutnya dalam kata sambutannya pada kesempatan ekspose Tanjungjabung Barat di hadapan Gubernur Jambi juga menyinggung soal belum tersedianya sarana pendidikan untuk tingkat SMA di Kecamatan Seberang Kota senada dengan yang disampaikan Kepala Bappeda yang mengharapkan dukungan pihak Pemerintah Provinsi Jambi guna membantu pengadaan sarana pendidikan di Kecamatan Seberang Kota yang belum memiliki bangunan sekolah tingkat SMA.

" Kecamatan Seberang Kota 20 menit naik pompong dari Kualatungkal masih minim sarana pendidikan untuk tingkat SMA belum ada." ujar Bupati.

Banyak hal lainnya juga dikemukakan Bupati guna memancing perhatian Pemerintah Provinsi Jambi guna mengalokasikan anggaran yang dapat menunjang pembangunan daerah, termasuk permasalahan kemiskinan, dimana Tanjungjabung Barat tercatat sebagai daerah nomor dua terbesar memiliki warga miskin di Provinsi Jambi, yaitu 34.000 warga Tanjungjabung Barat tergolong miskin.

" Mohon perhatian pemerintah provinsi dan pusat, dalam upaya mengatasi kesulitan masyarakat dukungan Provinsi Jambi diharapkan" tutur Bupati. Pjs.

Gubernur Jambi Dr. Hari Nurcahya Murni merespon setiap hal yang disampaikan di hadapannya terkait berbagai hal baik insfrastruktur jalan maupun sarana pendidikan yang menjadi kewenangan pihak Provinsi Jambi untuk membantu Tanjungjabung Barat yang diketahui alokasi anggaran yang dikucurkan Provinsi Jambi terhadap daerah ini sangat minim jumlahnya dibanding nilai anggaran yang diterima kabupaten/kota lainnya, sehingga Pjs. Gubernur Jambi tersebut meminta agar Tanjungjabung Barat dapat mengajukan usulan untuk mendapatkan pelapon anggaran yang lebih mencukupi.

"APBD Tanjabbar 11,25 triliyun kosentrasi untuk memulihkan ekonomi daerah, kalau ingin membangun Tanjungjabung Barat mendorong masuk investor dengan APBD yang tidak besar bisa kerjasama," ujarnya.

Mengenai ketiadaan fasilitas pendidikan tingkat SMA di Kecamatan Seberang Kota Pjs. Gubernur menyanggupi membantu pengadaan gedung sekolah SMA jika terdapat ketersediaan lahan.

" Kalau diperlukan SMA, sediakan lahan dahulu, akan direalisasi tahun 2022," sebut Hari. Keberadaan Pjs. Gubernur Jambi di Kota Kualatungkal ini tidak lama, berakhir seusai jamuan makan siang, namun sang gubernur perempuan pertama di Provinsi Jambi dengan lambaian tangannya kembali menaiki mobil dinas dengan tidak memberi kesempatan insan pers mewawancarainya dengan alasan dikejar waktu untuk menuju Kabupaten Tanjungjabung Timur. (ifa)