Catatan Musdalifah Rachim, Wartawati Halojambi.id Saat Terkonfirmasi Positif C-19 (episode 3)

Menjalani Isolasi di Rumah Isolasi Pasien C-19 Pemkab Tanjabbar Bersama Kawan-Kawan "Senasib"

"Kejutan" Istimewa Terima Panggilan VC Pak Kapolres, Pasien C-19 Sehat Dan Semangat Sembuh

Berlalu hari-hariku di rumah isolasi ini dengan tanpa beban pikiran yang membuat diriku stress, saya menerima support dari banyak orang, yang berharap saya segera sehat dan dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Namun saya harus fokus untuk pemulihan kesehatan selama "menginap" di tempat persinggahan darurat C-19 ini, saya lebih mendekatkan diri pada Ilahi dengan memperbanyak bersujud padaNya, saya juga mengisi waktu saya di sini mentadharuskan Al-Qur'an ( saya sengaja membawa kitab agung Kalam Ilahi, Al-Qur'anul Karim dari rumah) sehingga saya selalu dapat mengaji setiap waktu yang saya inginkan).

Alhamdulillah, saya bisa menjadi cukup bahagia di hari-hari saya sebagai pasien Corona dan ingin mof on secepatnya dari virus itu, jangan ada tempat lagi untuknya di tubuh saya, In shaa Allah saya sehat, hari-hari saya selama isolasi sehabis sholat fardhu saya khusuk berdoa agar diberikan kesembuhan oleh Ilahi Rabbi dengan kesembuhan yang berkah, tiada lagi penyakit di badan ini, aamiin.

Setiap hari kami di sini mendapat layanan medis yang baik di mana pada waktu pagi dan sore petugas layanan kesehatan datang melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan cek tekanan darah, setiap kondisi yang dialami dapat disampaikan terkait keluhanan dan gejala klinis yang dirasakan, perawat jaga akan mencatat tingkat perkembangan setiap individu pasien.

Alhamdulillah setiap ditanya dokter yang memeriksa kesehatan saya, saya selalu menjawab bahwa kondisi saya mengalami perkembangan yang semakin baik.

Saya juga memperhatikan kondisi-kondisi teman-teman saya di sini semua nampak menggembirakan mereka sehat-sehat saja, tanpa ada yang membutuhkan pertolongan darurat medis, bahkan dua anak kecil (kakak-adik) beserta ibunya mereka dapat menikmati suasana di sini selayak orang tengah berwisata, senang tanpa derita yang tersurat di wajah, ceria kedua kakak adik itu bermain, mereka menonton televisi di atas selembar tikar plastik yang dihamparkan ibu mereka, seolah tengah berada di rumah sendiri.

Menjelang tiga hari sebelum jadwal isolasi saya berakhir, saya beristirahat dan tertidur hingga pukul 16.00 Wib sore itu. Saya tersadar dari tidur saya saat suara dering panggilan di hp saya masuk, saya meraih telepon genggam itu dari samping pembaringan saya, belum sepenuhnya saya tersadar, namun di layar monitor hp saya, terlihat panggilan video call, saya berpikir mungkin ini dari sepupu saya di Batam, saya buru-buru meraih dengan tangan kiri saya kain kerudung (jilbab) yang tersampir disamping tempat tidur dan memakainya sebelum layar monitor saya hadapkan di wajah, betapa kagetnya saya tak pernah menduga siapa yang melakukan panggilan VC kesaya ternyata wajah yang sangat familiar, beliau Kapolres Tanjungjabung Barat, AKBP Guntur Saputra S.Ik.

Beliau menghubungi saya melalui panggilan video call yang tak pernah saya duga sebelumnya, dengan mengucapkan salam, Assalamualaikum yang langsung saya jawab Waalaikumussalam, Pak Kapolres mulai menyapa saya ternyata beliau didampingi Pak Dandim 0419 Tanjab Letkol.Inf. Erwan Susanto yang tersenyum di samping Kapolres, mereka berdua dari layar monitor terlihat sedang berada di halaman depan kantor Bupati.

Kapolres membuka pembicaraan dengan menanyakan kabar diriku dan teman-teman lainnya yang sedang diisolasi, saya sempat memperlihatkan ke arah kamera situasi di ruang isolasi dan kebetulan teman-teman sedang duduk-duduk di depan kamar masing-masing ada juga pak Majid yang paling senior diantara penghuni isolasi.

Kapolres sempat melambaikan tangan ke arah mereka semua dibalas dengan penuh senyum dan lambaian tangan, Pak Kapolres berpesan kepada kami semua untuk menjaga kesehatan, bersemangat dan mematuhi protokol kesehatan. Bahagia dan gembira mendapat perhatian dari Pak Kapolres yang juga merupakan anggota Tim Satgas Penanganan C-19 Tanjungjabung Barat, menjadi spirit moral untuk sembuh dengan perhatian Pak Kapolres dan Pak Dandim yang berkenan berbincang-bincang dengan pasien Covid-19, Alhamdulillah, perhatian dan spirit yang diberikan semacam ini sangat berarti bagi kami pasien Covid-19 yang tengah berjuang untuk sembuh.

Terima kasih Pak Kapolres dan Pak Dandim atas perhatiannya kami bangga Pak telah mendapatkan seberkas perhatian dari unsur pimpinan daerah selaku wakil ketua Tim Satgas Penanganan C-19 Tanjungjabung Barat, beliau berdua telah memberikan empati dan kepedulian pada masyarakat yang tengah mengalami musibah tertimpa penyakit yang menular sehingga harus menjalani karantina sesuai dengan peraturan di dunia medis yang berlaku.

Teman-temanku senasib ada Pak Majid, Mas Sutrisno, Mas Irwan, Faisal, Syawal, Nur Hikmah, Zubaidah, Nova, Mbak Tuty, mbak Nur dan dua anaknya yang manis, kita semua bersaudara dipertemukan Allah dijalur takdir yang sama menjadi pasien C-19, mengalami suka dukanya menjadi orang yang terpaksa harus "diasingkan" dari dunia luar akibat di dalam tubuhkan memiliki potensi penularan virus jika terjadi kontak fisik dengan orang lain.

Alhamdulillah, teman-temanku semua kita sempat menjadi penghuni rumah isolasi pasien C-19 di Kualatungkal adalah sejarah dalam hidup kita, akan indah pada waktunya nanti kita mengenang ini sebagai karunia bagi kita semua sebab Allah sayang kita.

Kita diberi label "sakit" oleh dunia kedokteran karena pandemi C-19 ini melanda jagat ini virus telah menyebar dan penularan terjadi tanpa terkecuali di setiap tempat, namun kita tidak merasakan kesakitan walau virus itu telah "bersarang" di tubuh karena Allah kasih kita sistem imun yang baik bekerja pro aktif membentengi diri kita saat Corona datang menyerang kita mampu kuat, tetapi orang lain bisa tertular karena kita, sebab itu kita semua peduli untuk kesehatan bersama mendukung protokol kesehatan dan melaksanakan tata laku 5 M.

Sepenggal pengalaman berharga ini dalam hidup saya, pernah terkonfirmasi positif C-19 dan semangat saya untuk sembuh adalah semua anugerah indah dari Ilahi, sebab dengan merasakan gejala terinfeksi Corona menjadi pengkayaan bathin, menenangkan diri untuk tabah, kuat dan membuang rasa cemas yang hebat, stress ketikq mengalam gejala awal terserang virus ini adalah seni bagi diri sendiri untuk bertahan agar imun tetap setabil, mengusir cemas bukan perkara muda, karena ketakutan juga bukan solusi bagi jiwa kita dalam menghadapi penyakit ini, sehingga saya meningkatkan keyakinan pada Ilahi bahwa Allah memberi penyakit ada obat penawar yang sediakanNya buat hambaNya sehat kembali melalui perjuangan dalam cobaan yang diberikanNya.

Alhamdulillah, saya menorehkan pena saya agar apa tersurat dalam susunan narasi ini ingin menjadi warisan literasi bagi generasi yang akan datang, semoga manfaat bagi banyak orang, sekelumit pengalaman diri ini bertarung melawan C-19. Terima kasih dan simpati yang tulus buat Tim Medis Puskesmas Kualatungkal 2, Ibu Ita, Mas Adie, Mbak Aliyah, pak dokter yang sudah merawat saya dan teman-teman dengan sangat baiknya dan penuh keramahan.

Semoga Allah senantiasa kasih berkah dan rahmatNya atas dedikasi dan keikhlasan merawat kami yang "sakit" hingga sembuh, aamiin. Tak lupa juga terima kasih secara pribadi dan mewakili teman-teman kepada Tim Satgas Covid Tanjungjabung Barat tetap semangat berjuang melawan Corona. Terkhusus buat Pak Kapolres, Pak Dandim serta Pak H Taharudin (Jubir Satgas Penanganan Covid Tanjungjabung Barat) .

Teristimewa juga saya sampaikan rasa terima kasih yang besar kepada Ibu dr. Nani di RSD KH Daud Arif Kualatungkal yang telah banyak memberikan perhatiaan dan simpatinya pada saya. Selamat bertugas ibu Nani tetap selalu sehat dan semangat ya. Semoga Tanjungjabung Barat segera terbebas dari prahara C-19, masyarakat sehat, ekonomi maju, aamiin.(Ifa)