KUALATUNGKAL,Halojambi.id-Hana Ulil Azmi ( mahasiswi IPB asal Tanjungjabung Barat semester III ) beserta rekan-rekannya yaitu Yovian Reynard Tandley, Adilah Adawiah, Sintia Rani Ndaya Rigin tergabung dalam Tim PKM-PM IPB University bersama dosen pendampingnya Hana Indriana SP, M.Si.menggelar kegiatan yang bertemakan pengabdian masyarakat dengan mengambil lokasi di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjungjabung Barat yang mengangkat potensi sumber daya alam yang terdapat di wilayah ini.

Kepada Halojambi.id Hana Ulil Azmi yang menjadi juru bicara Tim PKM PM Tanjungjabung Barat mewakili rekan-rekannya saat ditemui Selasa (24/8) mengisahkan tentang kegiatan dari kampusnya guna dilombakan di tingkat nasional melalui program yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

"Kegiatan kami ini merupakan Program Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat atau PKM-PM yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang berlangsung Juni hingga September 2021, hasilnya nanti kegiatan ini akan berlanjut setelah melalui penilai pada pertengahan kegiatan yaitu pada tahap Penilaian Kemajuan Program PKM ( PKP2) yang akan menentukan apakah nantinya kita terpilih masuk pada kegiatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) peserta kegiatan untuk mampu memperlihatkan keunggulannya hendaknya didukung oleh publikasi yang baik berdasarkan kategori presentasi dan poster," ungkap Hana.

Menurut Hana, Tim PKM PM IPB University sengaja memilih Tanjungjabung Barat sebagai lokasi kegiatan disebabkan adanya sumber daya hayati berupa tanaman mangrove yang tumbuh subur di sepanjang pantai daerah ini," Seperti diketahui di sepanjang pantai Tanjungjabung Barat "berpagar" hutan bakau, diantaranya dari pohon-pohonan bakau tersebut terdapat pohon mangrove pedada (Sonneratia Caseolaris) buah pohon ini memiliki cita rasa yang asam dengan aroma khas, atau Apple Mangrove yang dapat dimakan, sehingga kami tertarik mengangkat potensi buah mangrove ini untuk dikembangkan dengan pemberdayaan sumberdaya lokal tersebut diharapkan masyarakat secara optimal memanfaatkannyavuntuk diolah menjadi produk minuman seperti sirup pedada dan lainnya," ujar Hana. Hana yang merupakan putri asal Tanjungjabung Barat ini sejak kecil mengaku sangat "familier" dengan buah pedada yang pohonnya tumbuh-tumbuh subur di tepi perairan Kota Kualatungkal tempat Hana dilahirkan.

" Saya dari kecil sudah mengenal buah pedada yang pohonnya tumbuh liar di dekat rumah tanpa sengaja ditanam, sehingga ketika mendapat tugas kampus yang diberikan saya mengajak teman-teman untuk mengangkat potensi buah pedada atau apple mangrove ini menjadi produk minum yang memiliki cita rasa yang berbeda dari sirup buah lainnya serta aneka produk makanan ringan lainnya seperti selai, permen serta serbuk instan minuman pedada," sebut Hana.

Masyarakat Tanjungjabung Barat umumnya dikatakan Hana tidak asing dengan buah pedada, meskipun buah ini tidak ditemukan di pasar buah di wilayah ini untuk diperjual belikan layaknya buah-buahan lainnya, namun buah tersebut tumbuh subur di hutan mangrove yang memagari perairan di wilayah hilir dan belum banyak masyarakat yang tertarik mengolah buah pedada untuk dijadikan produk makanan-minuman sehingga mampu menjadi sumberdaya ekonomi," Sebab itu kehadiran kami dengan program PKM-PM di Desa Betara Kanan Kecamatan Betara adalah ingin memberikan informasi tentang pengolahan buah pedada dan memanfaatkan buah ini sehingga bernilai ekonomis tinggi, diharapkan dari sasaran program ini khususnya ibu-ibu rumah tangga membuat produk olahan yang berbasis buah pedada," kata Hana.

Ketua Tim PKM PM IPB University Yovian Reynard Stanley menambahkan keterangan Hana bahwa belum banyak hasil olahan yang berasal dari pemanfaatan buah apple mangrove ini yang beredar luar di pasaran, sehingga diperlukan pemberdayaan masyarakat dalam mengangkat potensi ekonomis buah dari pohon mangrove tersebut," Sayangnya buah ini belum dikelola dengan maksimal, padahal buah pedada ini sangat potensial guna diolah menjadi produk makan-minuman yang bernilai ekonomis," tutur Yovian.

Selaku Ketua Tim program ini Yovian lebih lanjut mengemukakan kronologis dimulainya kegiatan timnya dari tahap penyusunan proposal kegiatan pada akhir Januari hingga Maret 2021, " Kami memulai dengan melakukan survei ke lokasi target yaitu Desa Betara Kanan dengan melakukan wawancara dengan Kades Desa Betara Kanan yaitu dengan bapak Edi Arispianto dan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Betara Kanan Ibu Fatimah untuk memberikan dan mengumpulkan informasi terkait pelaksanaan program ini, yang akhirnya kegiatan dapat terlaksana yang melibat 10 orang ibu-ibu diantaranya adalah ibu Umi Hairi sehingga ibu-ibu ini kita membuat program dengan judul UltraPed, Sumber daya lokal untuk peningkatan Kesejahteraan Berbasis Buah Pedada di Betara Kanan, program ini akan berakhir 20 September 2021, namun mengingat pandemi C-19 kegiatan kami berlangsung secara daring dan luring,"ujar ucap Yovian, menutup keterangannya.(ifa)