Oleh:  Ali Sopa, S.Sos

Indonesia adalah negara yang luas segi wilayah dan kepulauan dari berbagai suku, budaya dan adat istiadat serta terdiri dari beberapa agama salah satunya agama islam. Dalam kehidupan sehari hari kita tidak hanya berinteraksi dengan satu orang saja, bisa banyak orang yg berbeda watak dan karakternya, jika kita tidak memiliki sikap toleransi munculnya perbedaan seperti adat istiadat atau dalam beragama akan menimbulkan "benih radikal" dalam pemikiran apalagi jika kita "salah masuk pengajian". Pengajian yang dimaksud dalam hal ini perkumpulan kelompok yg tertutup dari dunia luar, hanya khusus kalangan mereka saja, isi kajiannya sudah mengarah intoleransi, tentang jihad, hasut dan sebagainya.

Kita jangan mudah pula menyalahkan ibadah orang lain mengatakan ini dan itu bid'ah tidak ada dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw, merasa kita yg paling benar dan mengikuti Sunnah Nabi itu tidak boleh, bahaya, memicu permusuhan dan perpecahan.

Jika pengajian isinya sudah mengarah intoleransi, anti keberagaman, anti sosial budaya dan agama dari sinilah akan muncul karakter cikal bakal radikalisme, apalagi jika sudah dibumbui dengan pemahaman jihad, mati syahid versi bom bunuh diri, ini kan salah kaprah jadinya seperti ini sepemahaman saya tidak ada disebutkan dalam Al-qur'an dan Hadist.

Pola lama yang dilakukan pelaku aksi bom bunuh diri ini dilakukan oleh orang yang memiliki paham yang keliru dalam memahami prinsip prinsip kemanusiaan dan beragama. Paham ini harus diberangus dari Indonesia.

“Kita sangat setuju dengan pimpinan PBNU dan Muhammadiyah yang secara tegas menolak aksi tersebut. Ukhuwah Wathoniyah (persaudaraan setanah air) dan Ukhuwah Insaninyah (persaudaraan sesama manusia) harus terjaga dan dirawat di NKRI dari Sabang sampai Merauke. Terorisme adalah musuh agama, karena setiap agama mengajarkan kerukunan, cinta dan kasih sayang"

Saya sedikit mengutip sebuah kalimat seorang guru "Lebih mudah memperbaiki orang yg salah pergaulan daripada orang yg salah pengajian"

Maksudnya jika ada orang yg salah pergaulan seperti judi, mabuk, pencuri dan sebagainya resiko dia sendiri pada saat itu juga, ketika diarahkan hanya untuk dia seorang saja, namun berbeda jika ia salah masuk pengajian efeknya sangat dahsyat selain dirinya bisa mempengaruhi orang lain terutama keluarga dan kerabat apalagi mengarah kepada terorisme.

Saya mengajak saudara2ku sesama muslim terutama, jadilah orang yang merasa bodah dalam hal agama agar kita selalu belajar dan terus belajar namun jangan sampai salah masuk pengajian alias salah memilih guru, terutama anak anak kita yang masih remaja harus dipantau kesehariannya jangan sampai salah bergaul dan salah pengajian diluar sana. 

Pejuang Islam Nusantara PIN Jambi mendukung penuh Pemerintah dan Kepolisian dalam memberantas Premanisme, Radikalisme dan Terorisme khususnya di Wilayah Provinsi Jambi, namun keberhasilan tersebut tidak terlepas peran serta kita membentengi diri, keluarga dan kerabat dari paham tersebut, peran serta dunia pendidikan, tokoh masyarakat, pemuka agama terlebih masyarakat sekitar berperan aktif melaporkan kepada Ketua RT berjenjang hingga ke Kepolisian (Bhabinkamtibmas) jangan sampai mereka bersarang di Jambi, menebar benih2 cikal bakal penerusnya di Provinsi Jambi yang kita cinta.

*Pejuang Islam Nusantara Jambi