Merangin - Kelima alat unit excavator yang diamankan Polres Merangin di Tabir Barat, pada maret 2021,masih terus dilakukan penyelidikan oleh Polres Merangin.

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy Purnamawan dalam rilis ke lima alat berat tersebut mengatakan lima alat berat tersebut masih diamankan di Polsek Bangko.

"Alat itu kita amankan Jumat 12 Maret 2021 lalu, kita amankan di Polsek Bangko di police line. Waktu kita amankan tidak ditemukan pemilik atau siapa yang pernanggungjawab alat tersebut, terkait kasus itu pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahan excavator, dengan dinas terkait  dan sudah melakukan gelar perkara khusus di Polda Jambi.,"ujarnya

Kapolres juga sudah melakukan koordinasi dengan perusahaan excavator, dengan dinas terkait dengan dinas Kehutanan."Kita juga sudah melakukan gelar perkara khusus di Polda Jambi," Tambahya Irwan Andy Purnamawan.

Kapolres menjelaskan hasil penyelidikan tersebut pertama barang bukti satu unit excavator merek Kobelco akan dikembalikan kepada pemilik alat tersebut, karena hasil penyelidikan terakhir untuk penyewa alat tersebut yang bertanggung jawab terakhir meninggal dunia.

"Namun, apabila ada bukti terbaru kami akan membuka kasus tersebut dan pemilik harus bersedia atau wajib menghadirkan alat buktinya," kata Kapolres.

Kemudian terhadap satu excavator merek Komatsu prosesnya akan ditingkatkan ke penyidikan dan barang bukti sudah dilakukan penyitaan. Termasuk juga satu unit excavator merek Sany prosesnya akan ditingkatkan ke penyidikan dan barang bukti sudah kita lakukan penyitaan.

"Terhadap dua excavator lainnya, merek Hitaci dan Sany masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya kapolres.

"Keterbukaan ini juga kami sampaikan perkembangan penyelidikan,  hasil terhadap penyelidikan kami, memang pada saat kami temukan alat-alat tersebut tidak melakukan aktivitas apapun kemudian tidak ada yang bertanggungjawab untuk kepemilikannya. Namun kami lakukan penyelidikan dalam beberapa bulan dan kami sudah melakukan gelar perkara di Polda secara husus," tambahnya lagi.

Kapolres juga mengatakan kasus tersebut bakal naik ke tingkat penyidikan. "Ya, kami lakukan penyelidikan ada pemangilan saksi-saksi, nanti perkembangan kita sampaikan apakah penetapan, nanti kita sampaikan," sebutnya.(les)