Oleh : Ami Daniel Mainardo, S.IP

Sesuai dengan judul yang tertera penulis hanya melihat bantuan pemerintah melalui kartu prakerja dari segi kesejahteraan masyarakat dan bagaimana kemampuan dalam menangani permasalahan yang ada di tengah masyarakat termasuk mengatasi dampak dari covid-19. Jauh sebelum kejadian bencana virus yang terjadi pada tahun ini, calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo berencana akan mengeluarkan program yang menjadi prioritas untuk mengurangi angka penganguran di Indonesia ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur, dan seharusnya lapangan kerja yang tercipta semakin banyak. Namun, masyarakat juga harus memiliki serta meningkatkan berbagai keterampilan mereka. Untuk mendukung hal tersebut pemerintah mempunyai program vokasi, program tersebut diperkuat dan tercipta yaitu kartu Pra-kerja. Kartu ini nantinya akan membantu para pencari kerja untuk meningkatkan keterampilan mereka sehingga akan menjadi bekal buat para pencari kerja dalam dunia perusahaan. Para pengguna kartu pra kerja akan mendapatkan pelatihan sesuai dengan keterampilan dan skill mereka miliki, pelatihan tersebut akan dikerjakan oleh instruktur yang profesional dalam bidangnya dan melalui kualifikasi yang baik. Ada yang menjadi nilai lebih jika dilihat karena jika setelah pelatihan para pencari kerja belum mendapatkan pekerjaan, maka mereka akan mendapat honor dari pemerintah. Harapannya untuk penerima kartu prakerja setelah mendapatkan pelatihan, mereka dapat mengembangkan kemampuan yang telah mereka dapatkan semasa mengikuti pelatihan keterampilan kemudian sementara dalam mendpatkan pekerjaan pemerintah akan memberikan insentif dengan mekanisnme dan sesuai aturan.

Memasuki tahun 2020 terjadi bencana yang menjadi ujian untuk negara Indonesia bahkan seluruh dunia juga ikut merasakan dampak virus covid-19. Ada banyak keluhan atas kegamangan, ketidaksiapan serta ketidaksinkronan para jajaran pemerintah dalam menangani pandemi yang membahayakan ini demikian juga keluhan tersebut ada di berbagai negara-negara yang terjangkit virus covid-19. Namun ada sudut pandang yang menunjukkan sisi terang dari bangsa ini, melalui bantuan-bantuan yang diberikan baik dari pemerintah, swasta ataupun sesama masyarakat saling bergotong royong untuk membantu dan meningkatkan solidaritas sesama anak bangsa.

Dengan adanya wabah virus covid-19 dan sangat berimplikasi terhadap kesejahteraan masyarakat baik dari segi ekonomi sosial budaya, serta keagamaan pemerintah seterusnya menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), hal itu disetujui tertuang dalam pasal 1 Permenkes No 9 Tahun 2020 yang berbunyi: “Pembatasan Sosial Berskala Besar adalah kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terrinfeksi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sedemikian rupa untuk mencegah kemungkinan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Adapun tujuan dari PSBB yaitu untuk memutus mata rantai dari wabah covid-19 ini dengan membatasi pergerakan masyarakat baik dari kegiatan sekolah, keagamaan ataupun pekerjaan.

Keadaan juga memaksakan pemerintah untuk memutuskan bantuan yang efektif terhadap masyarakat yang salah satunya merupakan kartu pahlawan pemerintah yaitu kartu prakerja. Presiden memutuskan untuk mempercepat proses realisasi program pembagian dan pengadaan kartu prakerja Nasional lebih cepat dari rencana awal, percepatan ini dilakukan dan didasarkan untuk mengatasi banyaknya kasus PHK dan masyarakat yangbtekena dampak dari virus covid-19. Selain itu pemerintah juga akan menambah anggaran dana program kartu prakerja dari yng semula berjumlah 10 triliun Rupiah, naik menjadi 20 triliun. Dengan naiknya jumlah anggaran ini diharapkan mampu meningkatkan nilai manfaat yang akan diterima peserta.

Sebagai mekanisme rinci nya adalah peserta yang mendaftar dan lolos untuk mendapatkan kartu prakerja ini masing-masing akan menerima uang sebesar Rp 3.550.000 selama menjalani program. Lebih lanjut dirincikan menjadi insentif meliputi biaya pelatihan sebesar Rp. 1.000.000 dimana biaya pelatihan ini tidak bisa dicairkan dan khusus untuk membeli biaya harga pelatihan, kemudian insentif setelah berhasil menuntaskan pelatihan dan mendapatkan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 4 bulan masa pelatihan serta ada dana insentif survey sebanyak Rp 150.000. ada beberapa mitra yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk program kartu prakerja diantaranya mulai dari Tokopedia, Skill Akademi, Pintaria, Bukalapak, Kemenaker, dan lainnya. Ada banyak pilihan yang bisa dipilih nantinya bagi para pendaftar program kartu prakerja untuk dapat meningkatkan skill dalam mengembangakan kemampuan untuk menghadapi dunia kerja

Wabah corona ini sangat berdampak pada mereka yang membutuhkan biaya untuk kehidupan sehari-hari butuh makan, butuh berbagai keperluan, sehingga nantinya kartu prakerja ini dapat meringankan beban masyarakat serta juga diajarkan berbagai keterampilan. Serta mereka yang belum mendapatkan pekerjaan bisa melatih dan mengembangkan skill mereka melalui program pelatihan tersebut.

Dengan mengeluarkan kartu prakerja mengingat dampak pandemi corona yang besar terhadap Indonesia, pemerintah berharap kartu ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat. Pertimbangan pemerintah dalam mendapatkan kartu prakerja dan lolos yaitu yang pertama mereka pekerja formal maupun informal dan pelaku usaha kecil mikro yang telah didata sejumlah kementerian sebagai kelompok yang terkena PHK, dirumahkan, atau kehilangan pendapatan akibat pandemi covid-19. Kemudian kedua, masyarakat umum yang memenuhi syarat sesuai Perpres No 36 Tahun 2020. Mereka adalah WNI yang berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang sekolah atau kuliah. Kendati demikian kartu prakerja diprioritaskan untuk kelompok pertama, yaitu pekerja yang terkena dampak dari pandemi, namun tetap masih ada kuota yang diberikan untuk pendaftar umum. Hal tersebut menandakan kberpihakan pemerintah dalam mengawal kesejahteraan masyarakat tetap berjalan dengan baik. Program kartu prakerja ini merupakan program pahlawan dari pemerintah terhadap masarakat membantu rakyat kecil, membantu korban PHK, disamping mengembangkan skill terdapat insentif yang diberikan pemerintah. Tetapi tentunya akan ada banyak masyarakat yang menilai program ini merupakan program pencitraan tetapi sekali lagi penulis melihat sisi kesejahteraan untuk masyarakat di samping bantuan lain nya dari pemerintah yaitu paket sembako, bansos tunai, BLT, dan dana desa. Semua ini adalah sikap pemerintah terhadap rakyatnya karena tidak ada yang lebih penting dari apapun dibandingkan dengan kesejahteraan masyarakat.

*Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jambi