JAMBI – Kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) Sandiaga Uno ke Provinsi Jambi menjadi polemik, menurut Ketua Badan Pemenang Daerah (BPD Provinsi Jambi, Sutan Adil Hendra kedatangan Cawapres nomor urut 02 tersebut ada yang membuat panggung sendiri-sendiri.
" Janganla main panggung sendiri-sendiri, harusnya kordinasi," ucap SAH saat dikonfirmasi melalui via telpon genggam. Rabu (23/1).
Lebih lanjut pernyataan SAH karena mengingat adanya pernyataan Caleg DPR RI nomor urut 3 dari Gerindra, Murady Darmansyah dan Ketua Dewan Pembina Rumah Sandi Uno Jambi dan Relawan Prabowo Sandi, Ritas Mairiyanto, kedatangan Sandiaga Uno tidak terkait dengan partai koalisi maupun badan pemenangan, melainkan hasil koordinasi Tim Jadwal Sandi dengan RSI, termasuk perjuangan Murady sendiri.
“ Saya diminta untuk berkordinasi dengan bawaslu dan kepolisian, itu saya baru dapat dari surat dari Bawaslu Provinsi Jambi, hal ini dikarenakan menghindari potensi pelanggaran pemilu dan ketertiban umum, masa saya dalam kapasitas sebagai Ketua BPD Prabowo Sandi tidak mengetahui agenda kunjungan Sandiaga Uno ke Jambi," ujarnya.
Menurut SAH, Caleg Gerindra untuk DPR RI dan Provinsi Jambi, Murady dan Ritas Mairianto, Aksi mereka mendatangkan Sandiaga Uno ke Jambi, tentu bisa menimbulkan persepsi yang salah di mata partai koalisi.
“Persepsi yang muncul dari partai koalisi kan jadi lain. Ketua-ketua partai koalisi di Jambi menghubungi saya dan bertanya soal acara Pak Sandi itu,” ungkapnya.
Kunjangan Cawapres nomor urut 02 diketahui rancanga kunjungan di Jambi pada Jum'at 25 Januari 2019. (*)