Jambi - DPRD Kota Jambi gelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Jambi tahun 2019, di ruang rapat paripurna Swarna Bumi kantor DPRD kota Jambi. Senin (13/04/2020). 

Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Putra Absor Hasibuan didampingi Pangeran HK Simanjuntak selaku wakil ketua DPRD Kota Jambi. Selain itu juga dihadiri langsung oleh Walikota Jambi Syarif Fasha dan Wakil walikota Jambi Maulana, Sekda Kota Jambi Budidaya.

Dalam kesempatan itu, Walikota Jambi Syarif Fasha menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi kinerja indikator yang menggambarkan perekonomian suatu wilayah.

Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Jambi tahun 2019 tercatat sebesar 5.33 persen, naik dari tahun 2018 yang sebesar 5,26 persen.LPE Kota Jambi berada di atas LPE Provinsi Jambi dan juga Nasional. 

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita Kota Jambi atas dasar harga berlaku tercatat sebesar 51.05 juta rupiah yang mengalami peningkatan dari tahun 2018 sebesar 48.25 juta rupiah. 

Fasha juga menyampaikan bahwa Selain itu. kinerja pengelolaan ekonomi daerah juga ditunjukkan dengan perkembangan inflasi daerah. Inflasi Kota Jambi pada tahun 2019 tercatat sebesar 1,27 persen, turun dari inflasi tahun 2018 yang tercatat sebesar 3.02 persen.

Angka inflasi Kota Jambi tahun 2019 berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 2,72 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi, tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 78,26 poin dibanding pada tahun 2018 sebesar 77,14 poin atau meningkat 1,12 poin.

"Hal tersebut menandakan bahwa Angka Harapan Hidup, Angka Harapan Lama Sekolah dan Rata-Rata Lama Sekolah serta Pendapatan Perkapita masyarakat Kota Jambi semakin baik,"terangnya.

Fasha juga menyampaikan tentang Pendapatan Daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah atau PAD. Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah Pada Tahun 2019. Total realisasi Pendapatan Daerah Kota Jambi dari sumber-sumber tersebut mencapai 1.65 Triliun Rupiah Iebih.

"Jika dibandingkan dengan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun 2018 yang sebesar 1,62 Triliun Rupiah. maka Total Realisasi Pendapatan Kota Jambi mengalami peningkatan sebesar 1,62% atau naik 26 Miliar Rupiah lebih," terangnya

Adapun Penerimaan dari masing-masing Pos Pendapatan tersebut meliputi: 

Target penerimaan PAD pada tahun 2019 sebesar 381,74 Miliar Rupiah. dan terealisasi sebesar 393,55 Miliar Rupiah atau 103,09 persen. Jika dibandingkan dengan realisasi. 

Penerimaan PAD tahun 2018 sebesar 338.89 miliar rupiah, maka PAD tahun 2019 meningkat 16,13% atau naik 54,66 miliar rupiah. 

Target penerimaan dana penimbangan pada tahun 2019 sebesar 1,3 Triliun Rupiah dan terealisasi sebesar 1,1 triliun rupiah atau 98,22%. Realisasi tahun 2019 ini hampir sama dengan realisasi penerimaan dana penimbangan tahun 2018 yang juga sebesar 1, 11 Triliun Rupiah. 

Target penerimaan lain-lain pendapatan daerah yang sah pada tahun 2019 sebesar 163,803 miliar rupiah dan terealisasi sebesar 147,54 atau 90,05%.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan ke BPK RI untuk diaudit pada tahun 2019 belanja daerah adalah sebesar 1,804 Triliun Rupiah sebesar 1,04 triliun dan belanja tidak Langsung sebesar 806.3 Miliar Rupiah. Meningkat 5.34 persen atau naik 93.67 Miliar Rupiah Iebih dibanding Belanja tahun 2018 yang sebesar 1 .75 Triliun Rupiah. 

Pada Tahun 2019, untuk penyelenggaraan urusan pendidikan telah dialokasikan anggaran sebesar 509.87 Miliar Rupiah yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar 378,85 Miliar Rupiah dan Belanja Langsung sebesar 131,03 Miliar rupiah sehingga persentase belanja fungsi pendidikan adalah sebesar 27,58%

Program Jambi cerdas sebagai bagian dari kebijakan mensukseskan program wajib belajar 9 tahun setelah dianggarkan sebesar 2,28 miliar rupiah yang diperuntukkan bagi 1,586 bagi 1,586 siswa dari masyarakat kurang mampu di kota Jambi

Selanjutnya sesuai dengan target RPJMD kota Jambi 2018 - 2023 sejumlah target indikator kinerja utama daerah di bidang pendidikan telah dapat dicapai yakni

Harapan lama sekolah atau hrs pada tahun 2019 ditargetkan 14,260 dapat kita realisasikan sebesar 14, 62 yang artinya anak-anak kota Jambi yang pada tahun 2019 berusia 7 tahun memiliki harapan dapat menikmati pendidikan selama 14,602 tahun atau hingga Diploma 3.

Presentasi masyarakat tidak mampu yang mendapat jaminan pelayanan pendidikan pada tahun 2019 ditargetkan sebesar 21,3% dapat kita capai sebesar 21.3% 

Rata-rata Lama Sekolah (RLS) pada tahun 2019 ditargetkan sebesar 10.68 dan dapat kita capai sesuai target yakni sebesar 10,68, yang bermakna rata-rata penduduk Kota Jambi berusia 25 tahun ke atas pada tahun 2019 pendidikannya telah mencapai 10.68 tahun, atau hampir menyelesaikan pendidikan hingga SLTA kelas.

Melalui Dinas Kesehatan pada tahun anggaran 2019 pemkot telah melaksanakan berbagai kegiatan yang terkait upaya Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan Masyarakat. termasuk penyediaan anggaran sebesar Rp. 6,7 Miliar untuk Pembayaran Premi melalui program Jambi Bugar, yang terintegrasi dengan BPJS Kesehatan bagi 24.282 masyarakat miskin.

Fasha juga menyampaikan bahwa saat ini pemkot Jambi juga telah memiliki “Sistem Perizinan Online Kota Jambi" yang melayani 73 jenis perizinan. 

"Pada tahun lalu telah diterbitkan 6.214 izin baru, izin IMB sebanyak 3.672 perizinan, izin usaha lainnya sebanyak 1.941, izin usaha perawat dan sejenisnya sebanyak 601 dan izin yang diregistrasi sebanyak 4.438 perizinan,"terangnya. 

Fasha menyampaikan untuk Peningkatan sektor koperasi dan UKM dilakukan dengan meningkatkan daya saing, kemandirian, partisipasi daya inovasi dan juga kreativitas para pelaku Koperasi dan UKM.

 "Pada tahun 2019 kita dapat meminimalisasikan target peningkatan UKM yang berkualitas sebesar 8.08% atau bertambah 50 unit menjadi 870 unit UKM dari jumlah UKM kita sebanyak 10.763 unit Demikian halnya dengan peningkatan Koperasi berkualitas yang realisasinya melebihi target yakni 16.50% dari target 16.06%. sehingga saat ini Koperasi yang Mualim berjumlah 36 unit dan' 218 unit koperasi aktif,"bebernya.

Pada tahun 2019 untuk mendukung aktivitas koperasi dan UMKM Kota Jambi telah memberikan bantuan sebanyak 161 unit alat-alat produksi dan pendukung seperti etalase gerobak mesin jahit, kursi pangkas rambut, kompor gas, Mixer roti mesin cuci dan lain-lain. 

Dibidang sosial Fasha menyampaikan bahwa jumlah Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang terlayani melalui Program Keluarga Harapan (PKH) adalah sebanyak 14.661 orang dengan total dana keseluruhan sebesar 55.3 miliar rupiah melalui dana APBN.

 "Kita telah mewisuda KPM PKH yang secara mandiri dan sukarela keluar dari penerima bantuan PKH atau Graduasi Mandiri Sejahtera sebanyak 228 KPM. Sehingga sampai dengan saat ini kita telah mewisuda sebanyak 338 KPM, ke depan kita berharap dapat mewisuda lebih banyak lagi KPM Graduasi Mandiri Sejahtera,"terangnya.

Di Samping itu pemerintah Kota Jambi juga terus melaksanakan program penanganan PMKS, terutama PMKS terlantar seperti anak jalanan terlantar (anak punk) yang bekerjasama dengan Batalyon Infanteri 142 Kesatria Jaya. Pemerintah Kota Jambi juga telah memulangkan anak jalanan terlantar sebanyak 305 orang ke tempat asalnya masing-masing.

Adapun hasil yang telah dicapai terkait dengan peningkatan dan pembangunan infrastruktur selama Tahun 2019 adalah : 

1. Terlaksananya perbaikan dan rehabilitasi ruas jalan status Kota dengan Target rasio panjang jaringan jalan yang baik sebesar 89.06% atau sepanjang 454,60 km dari total panjang jalan Kota Jambi 510.452 km pada tahun 2019 baru mencapai 87,06% atau sepanjang 444.39 km. Tidak tercapainya target tersebut disebabkan karena Alokasi DAK hasil untuk Pembangunan jalan Tahun 2019 tidak sesuai dengan target yang diperkirakan. 

2. Pada tahun 2019 melalui sinergritas yang baik dengan BWS Sumatera VI telah dilaksanakan kegiatan normalisasi sungai sepanjang 13.900 meter dari target 6.500 meter, dan pembangunan 8.414 meter drainase dari target 5.841 meter, sehingga saat ini secara umum drainase Kota Jambi pada alur sekunder dan tersier sepanjang 1272 km dalam kondisi baik. 

3. Target cakupan pelayanan air minum di kota Jambi sebesar 67,39% dari total potensi SR yang ada di Kota Jambi. Dapat direalisasikan pada tahun 2019 sebesar 69.38%. 

4. Melalui Program Bangkit Berdaya pada Tahun 2019 telah dilaksanakan berbagai pekerjaan fisik untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas kawasan perumahan pemukiman. seperti Pembangunan Jalan Setapak Rabat Beton. drainase. jembatan beton. sumur. parit jalan. MCK. turap. paving block. posyandu dan poskamling yang tersebar di seluruh Kecamatan dalam Kota Jambi. 

5. Untuk peningkatan kualitas lingkungan melalui Program Kampung Bantar sampai dengan Tahun 2019 telah terbentuk 502 Kampung Bantar den 29 Kampung Bantar Kencana dari 1.633 RT. 

Selain hal tersebut. hasil yang dicapai dalam penyelenggaraan urusan perumahan diantaranya adalah: 

1. Pada tahun 2019 Luas kawasan kumuh yang telah ditangani adalah seluas 66,05 Hektar dan target 32.9 Hektar. dimana 58.93 Hektar-nya bersumber dari APBN. Sehingga sua penanganan kawasan kumuh sesuai SK Walikota Jambi Nomor 166 Tahun 2016 adalah seluas 143.49 Hektar. 

2. Untuk meningkatkan layanan penerangan jalan umum dan juga lampu taman. Kita melakukan peluasan cakupan. peningkatan estetika penerangan taman dan juga pemanfaatan teknologi untuk mengoptimalkan fungsi LPJU yang sekaligus merespon isu pembangunan hijau berkelanjutan. 

3. Pada tahun 2019 kita mampu merealisasikannya penanganan 501 unit rumah tidak layak huni. dari target yang ditetapkan sebanyak 202 unit. 

Walikota Duo priode itu juga menyampaikan bahwa saat ini Kota Jambi telah memiliki 1 Tower Rumah Susun Sewa type 36 sebanyak 70 unit di Lokasi RSUD H. Abdul Manap Kota Jambi. yang diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) khusus bagi Tenaga Medis. "Namun saat ini belum dapat dihuni karena masih dalam proses serah terima aset dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat,"ujarnya.

Selanjutnya, untuk meningkatkan layanan dalam pengelolaan keamanan dan kenyamanan lalu lintas, Pemerintah Kota Jambi telah memasang 18 (delapan belas) CCTV pada simpang-simpang utama yang langsung terkoneksi ke ruang Jambi City Operation Center (J-COC), dan kedepannya akan terus ditambah untuk simpang-simpang yang belum terpasang.

Untuk merintis pelayanan angkutan umum yang nyaman pemkot telah bekerjasama dengan PT. Multi Inti Digital Transport dalam penyediaan angkutan umum pintar (Koja Trans) yang melayani jalan-jalan koridor utama. sehingga diharapkan angkutan dalam kota yang lama dapat berfungsi sebagai feeder. 

Untuk mewujudkan amanat UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Pemerintah Kota Jambi terus berkomitmen dalam menambah Ruang Terbuka Hijau, sampai saat ini Pemkot sudah merealisasikan 60 lokasi RTH dengan luasan kurang lebih 141,42 Hektar. 

Selanjutnya pada kesempatan ini juga Fasha menyampaikan penyelenggaraan Tugas Pembantuan pada tahun 2019 Pemerintah Kota Jambi mendapatkan dana Tugas Pembantuan dari Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

"Dana Tugas Pembantuan tersebut dikucurkan untuk urusan tenaga kerja melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Jambi sebesar 559 Juta Rupiah dengan realisasi anggaran sebesar 552 Juta Rupiah,"ujarnya.

"Alhamdulillah, berkat upaya yang sungguh-sungguh serta dukungan seluruh pihak dan terutama Bapak/lbu Anggota Dewan yang terhormat. sehingga dalam penyelenggaraan urusan-urusan tersebut diatas, pada tahun 2019 lalu Pemerintah Kota Jambi yang tercinta ini mampu meraih 40 jenis penghargaan dan prestasi baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional,"ungkap Fasha.

Selanjutnya Fasha mengajak seluruh komponen para petugas keamanan, lapangan, ASN dan TKK Pemkot Jambi, para dermawan, para relawan, kelompok perempuan peduli, insan pers. dan tentu saja para petugas medis untuk bersinergi dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

"Mari terus kita jaga semangat, kekompakan, kerja keras dan kerja cerdas yang sinerji, serta determinasi kita semua dalam melalui masa-masa Pandemi Covid-19 ini. dengan senantiasa bermunajat Kepada Allah SWT Tuhan yang Maha Pemurah. kitanya kita semua mendapat Perlindungan-nya dan musibah ini segera berlalu,"pungkasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ketua DPRD Kota Jambi Putra Absor Hasibuan mengatakan bahwa pandangan umum dan perwakilan dari dewan semuanya nanti akan di rapatkan dan hasilnya akan dilihat di tahun 2019, hingga dari kegiatan-kegiatan pemerintah yang mana yang kurang menyentuh akan di bicarakan di sana. "Nanti kita juga akan bentuk Pasukan Khusus (Pansus) setelah jawaban eksekutif insyaallah nanti pada hari kamis," Jelasnya. 

"Memang pak wali sudah membicarakan dengan kita pimpinan dan kita juga sudah panggil Team Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan kami ingin tahu pergeseran anggaran tersebut," Ungkapnya.

Dalam hal itu, DPRD juga harus mengetahui bahwa pendapatan restoran dan hotel sekitar 8 miliar, namun baru diketahui masuk 1 miliar. "memang dalam satu bulan itu sudah kita tanya kepada bapak subhi biasanya dari restoran, namun ini baru masuk 1miliar, artinya memang kita sama-sama memaklumi, bukan di kota Jambi saja namun ini seluruh dunia, " Katanya. 

DPRD juga akan melakukan rapat kembali untuk menentukan terhadap pergeseran ini terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) yang merupakan perintah dari presiden melalui mentri keuangan. 

Walikota telah melakukan telekonfres beberapa hari lalu dan itu terjadi untuk seluruh Indonesia. "Memang itu tidak bisa tidak, karena DAK dan DAU itu harus di potong. Ada beberapa juga tidak di potong apabila mereka telah melakukan kontrak," Ungkapnya. 

"Mengenai perjalanan anggota dewan akan di pangkas juga. Nanti akan kita rapatkan kembali dan berencana akan memanggil para ketua fraksi dan ketua AKG dengan pimpinan yang lain untuk kita rapatkan. Apakah mau kita geser lagi anggaran tersebut," Tutupnya. (*)