JAMBI – Terkait longsornya rumah warga di RT 09 kelurahan Pematang Sulur, Telanaipura Kota Jambi yang terjadi pada hari Sabtu (22/05) kemarin. Anggota DPRD Kota Jambi Dapil III Kemas Faried Alfarelly bersama Kabid SDAnDinas PUPR Kota Jambi, Camat Telanaipura dan juga lurah pematang sulur meninjau langsung lokasi terjadinya longsor tersebut.

Runtuhnya bangunan bedeng 3 pintu tersebut lantaran hujan deras yang mengguyur kawasan Kota Jambi,serta struktur ataupun pondari dari bangunan tersebut tidak kuat lagi. Banguanan dari bedeng tersebut juga berada di pinggiran bibir sungai. Untungnya kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Dalam hal ini Faried juga mengucapkan terimaksih kepada pemerintah kota jambi yang dengan sigap menanggapi laporan terjadinya bencana longsor tersebut. Selain itu faried juga menghimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati kareana saat ini Kota Jambi tengah memasuki curah hujan yang tinggi.

“Persoalan seperti ini sebenarnya sudah lama dan juga sudah sangat sering dan terus menerus terjadi, tapi memang tentunya kepada masyarakat harus lebih hati hati karena kita tengah memasuki curah hujan yang tinggi” kata Faried.

Selain itu anggota DPRD Kota Jambi dapil Telanaipura,Danau Teluk dan Danau Sipin ini juga mengajak pemenrintah untuk saling bersinergi dalam menanggulangi masalah banjir di Kota Jambi tersebut.

” Disini kami hadir dan negara juga hadir untuk bagaimana caranya memberikan penyelamatan kepada masyarakat bersama PU kita sama sama turun supaya kejadian seperti ini tidak terulang terjadi lagi” sambungnya.

Sementara itu,Kabid SDA Dinas PUPR Kota Jambi Yunius menambahkan bahwa, drainase tersebut berasal dari Sungai Kambang, serta memiliki bentuk tang berliku dan diantaranya juga tidak memiliki dinding kurang lebih 60 meter, serta usia drainase tersebut juga sudah cukup tua.

” Berdasarkan informasi drainase ini di bangun sejak tahun 2012 lalu, yang dibangun oleh pemerintah provinsi, dan debit air semakin hari semakin tinggi sehingga diding yang tidak memiliki kontruksi penahan tanahnya longsor” ujar Yunius. (*)