Jambi - Lima akademisi Olahraga kompak mengundurkan diri meninggalkan keanggotaan KONI Provinsi  Jambi periode 2020 - 2024, pada Jumat (14/1/2022). 

Adapun lima Akademisi Olahraga yang mundur tersebut; Dr. Palmizal A, S.Pd., M.Pd (Kabid Sport Science), Dr. Atri Widowati., M.Or (Kabid Diktar), Dr. Ugi Nugraha, S.Pd., M.Pd (Wakabid. Sport Science), Reza Hadinata, S.Pd., M.Pd (Wakil Sekretaris) dan Roli Mardian, S.Pd., M.Pd (Wakabid Binpres). 

Saat dikonfirmasi melalui telepon, Dr. Palmizal A S.Pd, M.Pd yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sport Science KONI Provinsi Jambi, membenarkan dirinya dan keempat rekannya mengundurkan diri dari jabatannya masing-masing dari kepengurusan KONI Provinsi Jambi. 

"Secara resmi kami berlima menandatangani surat pengunduran diri dari kepengurusan KONI Provinsi Jambi tertanggal Jumat 14 Januari 2022, dengan berbagai alasan sebagai para akademisi," katanya. Jumat (14/1/2022) sore. 

Dia juga menjelaskan, selama menjabat sebagai pengurus KONI Jambi, segala kebijakan dan keputusan hanya melibatkan segilintir orang terdekat Ketua Umum saja dan tidak ada keputusan yang diambil melalui rapat pleno pengurus KONI Jambi dan masih lemahnya manajemen KONI. 

"Kemudian kepemimpinan Ketum KONI Jambi Budi Setiawan, juga sangat lemah dan terkesan arogansi dalam menyikapi masalah KONI dan tidak 'capable' dalam melakukan pendekatan dengan pemerintah maupun 'stakeholder' lainnya dan inilah yang menjadi salah satu alasan kita berlima mundur diri, walau masih ada beberapa alasan lainnya lagi," kata Palmizal. 

Kemudian, ini juga jauh dari harapan Palmizal dan Akademisi lainnya karena dana olahraga yang ada tidak digunakan untuk pembinaan prestasi atlet, namun sepertinya arah Ketua KONI Provinsi Jambi bunyinya saja ke prestasi namun kinerjanya tidak ada yang mengarah ke program prestasi itu. 

"Cuma bunyi programnya saja namun tidak ada yang terealisasikan dan kemudian, tidak adanya sinkronisasi antara KONI Jambi, Pemerintah provinsi (Pemprov) dan para akademisi yang mengembangkan olahraga Jambi dan hal itu tidak terjalin dengan baik dan terputus seolah berjalan dengan kelompoknya sendiri, sementara itu bidang prestasi diabaikan," tandas Palmizal. (uya)